Jangan Risau Jika Pekerjaan Berbeda menurut Pendidikan

By | October 19, 2018

Jangan Risau Jika Pekerjaan Berbeda menurut Pendidikan – Kenyataan memang terkadang tidak sama dengan apa yang kita rencanakan sebelumnya. Termasuk dengan pendidikan, pekerjaan, dan jua karier.

Ketika seorang menempuh suatu pendidikan buat tujuan karier, namun ternyata ketika lulus mendapatkan pekerjaan tidak sinkron, jangan mempermasalahkan hal ini. Bisa jadi, hal tadi adalah cara Anda buat meraih tujuan hidup.

“Ketika kita lulus, perjalanan sanggup terbawa ke mana-mana. Opsi tidak cuma A hingga B, misalnya S1-nya apa, terus S2-nya apa, datang-tiba pekerjaannya apa. Itu mungkin banget terjadi,” kata psikolog Felicia Nainggolan diĀ https://www.sekolahan.co.id/

“Jangan berkecil hati. Mengapa? Menurut saya perlu dipahami bahwa perspektifnya harus diubah. Bedakan pekerjaan sama karier. Lantaran itu hal yg tidak sinkron,” ujar Felicia pada acara Discover Yourself, Discover Your Future pada tempat Sudirman, Jakarta, ditulis Senin (28/lima/2018).

“Kalau saya boleh kasih perumpamaan itu misalnya kompas atau arah mata angin. Ada utara, timur, tenggara, selatan, & lain-lain. Awalnya mungkin hanya tahu arah timur. Oke gue ke timur terus. Tetapi ternyata pada perjalanan karier, tiba-tiba ke timur tenggara, makin usang makin mengerucut,” tutur psikolog Personal Growth tersebut menjelaskan.

Karir Memiliki Perjalanan

Karena itulah, karir adalah suatu hal yang tidak sinkron berdasarkan pekerjaan. Karir mempunyai “perjalanannya” sendiri dan adalah suatu hal yg bersifat panjang, bukan sementara.

“Lantaran itu namanya perjalanan karir. Lantaran itu bukan pilihan satu ketika saja, akan tetapi terus menerus” tambah wanita yg menempuh gelar S1 nya di Universitas Padjajaran, Bandung tadi.

“Memang bepergian karir oke untuk kita menerima kesempatan yg tiba pada hayati kita. Karena bagaimanapun, itu membawa kita ke tujuan hayati kita,”

Menurut Felicia, sesungguhnya yang terpenting merupakan tujuan hayati. Hal tersebutlah yg merupakan benang merah buat kita dalam menempuh pekerjaan & kehidupan.

“Penting banget kita punya patokan mau ke arah mana,” tambah psikolog yg menerima gelar Master di psikologi klinis dewasa dari Universitas Indonesia ini.