Apa Saja Dampak Mutasi?

By | January 2, 2019

Apa Saja Dampak Mutasi?

sudah pernah dengar makna mutasi? Kalau didalam dunia kerja, mutasi dapat diartikan ganti posisi atau ganti departemen. Tapi, jika didalam biologi, apa, ya artinya mutasi itu? Lalu, ada dampaknya nggak, sih? Apa saja ya efek mutasi itu? Kuy, simak penjelasannya di artikel ini!

Yang dimaksud bersama mutasi adalah pergantian yang terjadi pada bahan genetik, baik DNA maupun RNA. Perubahan tersebut dapat terjadi pada taraf urutan gen (disebut termasuk mutasi titik) maupun pada taraf urutan kromosom yang disebut aberasi. Peluang terjadinya mutasi di alam adalah sebanyak 1:10.000 individu. Wah, rendah sekali ya ternyata!

Nah, ternyata, mutasi termasuk udah banyak dimanfaatkan di beraneka bidang, khususnya di bidang biologi. Salah satu contohnya pada lain pembuatan buah tanpa biji, jikalau semangka tanpa biji. Sudah pernah coba, belum nih, Squad?Selain itu, produksi bibit unggul, pembuatan tanaman hias, dan pembentukan antibiotik termasuk dapat dilaksanakan bersama gunakan mutasi.

Selain punya sebagian manfaat, mutasi termasuk punya efek negatif, lho. Dampak negatif mutasi pada lain berdampak bagi manusia, yaitu timbulnya penyakit layaknya Sindrom Turner, Klinefelter, Sindrom Jacob, Sindrom Patau, Sindrom Edward, Metafemale, dan Anemia Sel Sabit.

Sindrom Turner merupakan kelainan genetik pada perempuan karena kekurangan satu kromosom X. Biasanya, perempuan punya kromosom seks XX yang berjumlah 46 buah, tapi pada penderita Sindrom Turner, kromosomnya jadi XO dan hanya berjumlah 45 buah. Penderita Sindrom Turner termasuk mengalami infertil. Berbeda bersama Sindrom Turner, Sindrom Jacob diderita oleh pria. Sindrom Jacob terjadi karena ada 1 tambahan kromosom Y pada pria, agar kromosomnya jadi XYY. Meskipun mengakibatkan kelainan genetik, sindrom ini tidak diwariskan secara turun temurun.

Berbanding terbalik bersama Sindrom Jacob, Sindrom Klinefelter adalah kelainan yang disebabkan oleh berlebihan kromosom X pada laki-laki. Oleh karena itu, pada penderita Klinefelter, kromosomnya jadi XXY. Salah satu ciri fisik yang terlihat berasal dari penderita sindrom ini adalah payudara yang membesar. Selain Sindrom Klinefelter, kelainan lain yang disebabkan oleh mutasi gen yang tidak sempurna adalah Sindrom Patau atau Trisomy 13. Pada penderita Sindrom Patau, terkandung 3 salinan kromosom dan mengalami kelainan pada kromosom ke-13. Selain itu, Sindrom Patau merupakan keadaan genetik, agar penyakit ini hanya dapat diwariskan berdasarkan garis keturunan saja.

Selain Sindrom Patau, Sindrom Edward termasuk merupakan kelainan pada kromosom. Kromosom yang mengalami kelainan pada Sindrom Edward adalah kromosom nomor 18. Salah satu ciri bayi yang mengalami Sindrom Edward adalah jari yang tumpang tindih bersama keadaan telapak tangan yang menggenggam. Sindrom sesudah itu yang disebabkan oleh kelainan kromosom adalah Sindrom Metafemale. Sindrom ini kerap termasuk disebut bersama sindrom wanita super, yang mengakibatkan penderitanya jadi berperawakan lebih besar berasal dari wanita pada umumnya. Hal ini disebabkan berlebihan kromosom X pada penderitanya, agar penderita Sindrom Metafemale biasanya punya kromosom XXX.

Kamu pernah dengar berkenaan penyakit anemia? Penyakit anemia yang terjadi akibat mutasi gen disebut penyakit anemia sel sabit. Pada penderita anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk bulan sabit, agar tidak dapat mengantarkan oksigen secara maksimal. Selain itu, wujud sabit ini termasuk mempersulit pergerakan sel darah merah itu sendiri. Situasi ini mengakibatkan kerusakan jaringan dan organ karena terhambatnya distribusi sel darah merah.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/