Jenis-Jenis Danau Berdasarkan Prosesnya

By | March 6, 2019

Jenis-Jenis Danau Berdasarkan Prosesnya

Jenis-Jenis Danau Berdasarkan Prosesnya

Jenis-Jenis Danau Berdasarkan Prosesnya

Berdasarkan prosesnya, danau dibedakan menjadi danau tektonik, danau tekto vulkanik, danau karst, dan waduk atau bendungan;

1) Danau Tektonik

Danau tektonik terjadi akibat peristiwa tektonik seperti gempa. Gempa mengakibatkan terjadi proses patahan pada permukaan tanah. Permukaan  tanah yang patah akan ambles dan menjadi cekung. Bagian tanah cekung akan terisi air sehingga membentuk danau. Contoh tektonik antara lain Danau Singkarak, Danau Maninjau, dan Danau Takengon (Sumatera) serta Danau Poso, Danau Tempe, Danau Tondano, dan Danau Towuti (Sulawesi).

2) Danau Vulkanik

Danau vulkanik sering disebut danau kawah. Danau  ini terdapat di kawah lubang kepundan bekas gunung api. Saat gunung meletus batuan penutup kepundan akan runtuh sehingga meninggalkan bekas lubang. Ketika terjadi hujan, lubang itu terisi air hingga membentuk danau. Contoh danau vulkanik, yakni Danau Kerinci (Sumatera Barat), Kawah Bromo, Kawah Gunung Kelud, dan Danau Gunung Lamongan (Jawa Timur), Danau Batur (Bali), serta Danau Kelimutu (Flores).

3) Danau Tektovulkanik

Danau tektovulkanik terjadi akibat proses vulkanik dan tektonik. Pada saat gunung meletus, sebagian batu atau tanah penutup gunung patah dan membentuk cekungan. Cekungan itu terisi air hingga membentuk danau. Contoh danau tektovulkanik adalah Danau Toba di Sumatera Utara.

4) Danau Karst

Istilah danau karst merujuk pada danau pelarutan (solusional). Danau terdapat di daerah berbatu kapur (karst). Danau ini terbentuk akibat proses erosi atau pelarutan batu kapur. Bekas erosi membentuk cekungan yang berisi air hingga membentuk danau. Cekungan yang terbentuk corong pada batu gamping atau batu kapur memiliki diameter beberapa meter hingga satu kilometer. Kedalaman danau ini sekira beberapa meter hingga ratusan meter. Danau di daerah karst disebut dolina. Ukuran danau yang lebih besar dari pada dolina disebut uvala. Ukuran danau yang lebih besar dari pada uvala disebut polje. Danau karst dapat ditemukan di Gunungkidul, Yogyakarta.

5) Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake)

Danau Tapal kuda terbentuk akibat aliran sungai yang berbelok-belok terputus oleh endapat sungai. Proses ini memotong kelokan sungai yang membentuk danau tapal kuda. Sumber air danau berasal dari air hujan. Luas danau sesuai ukuran sungai pembentuknya. Contoh danau tapal kuda terdapat di hilir sungai-sungai di Kalimantan. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/)
6) Waduk atau Bendungan
Waduk atau Bendungan merupakan kenampakan buatan. Kenampakan ini sengaja dibangun manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pembangunan waduk biasanya berkaitan dengan berbagai kepentingan masyarakat di sekitarnya seperti perikanan, pertanian, pariwisata, dan pengadaan pembangkit listrik tenaga air.
Dengan adanya pembangunan waduk diharapkan kehidupan masyarakat di sekitarnya dapat meningkat. Contoh waduk atau bendungan di Indonesia, yakni Waduk Saguling, Waduk Citarum, dan Waduk Jatiluhur (Jawa Barat), Waduk Riam Kanan dan Waduk Riam Kiri (Kalimantan Selatan), serta Waduk Kedung Ombo dan Waduk Gajah Mungkur (Jawa Tengah), dll.
Danau juga dapat mengalami kepunahan atau hilang fungsinya. Hal ini biasanya terjadi akibat kejadian alam, seperti banjir atau longsor. Proses kepunahan terjadi dalam waktu yang sangat lama, berangsur-angsur dan pastinya tanpa disadari oleh manusia. Oleh sebab itu, sumber daya alam danau ini sudah seharusnya dipelihara dengan baik sehingga potensi yang ada pada danau dapat terus bermanfaat bagi kehidupan manusia.