Kesempurnaan Dalam Iman Adalah

By | March 1, 2019

Kesempurnaan Dalam Iman Adalah

Kesempurnaan Dalam Iman Adalah

Kesempurnaan Dalam Iman Adalah

Cinta yang sempurna kepada Allah

Rasul-Nya memberikan konsekuensi adanya sesuatu yang dicintainya. Apabila cinta dan bencinya hanya karena Allah I, yang keduanya adalah amal ibadah hati, dan pemberian dan tidak memberinya hanya karena Allah I, yang keduanya adalah amal ibadah badan, niscaya hal itu menunjukkan kesempurnaan iman dan kesempurnaan cinta kepada Allah I. Dari Abu Umamah t, dari Rasulullah r bersabda, “Barang siapa cinta karena Allah, memberi karena Allah, dan melarang karena Allah I, niscaya dia telah menyempurnakan iman.” HR: Abu Daud4

 

Termasuk Perkara-Perkara Keimanan . Cinta kepada Rasulullah

 Dari Anas bin Malik t, ia berkata, ‘Rasulullah r bersabda, ‘Tidak beriman (sempurna) seseorang di antara kamu sehingga aku lebih dicintainya dari pada ayahnya, anaknya, dan menusia sekalian.” Muttafaqun ‘alaih.5

 

Mencintai. kaum anshar:

Dari Anas t, dari Nabi r, beliau bersabda, “Tanda iman adalah mencintai kaum anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum anshar.”Muttafaqun ‘alaih

 

Mencintai orang-orang yang beriman:

  Dari Abu Hurairah t, ia berkata, ‘Rasulullah r bersabda, ‘Kamu tidak bisa masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kaum saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang apabila kaum lakukan niscaya kalian saling mencintai, tebarkanlah salam di antara kamu.” HR. Muslim7

 

. Mencintai saudaranya sesama Islam:

Dari Anas bin Malik t, dari Nabi r, beliau bersabda, “Tidak beriman (sempurna) seseorang kamu sehingga dia mencintai saudaranya – atau tetangganya- apa yang dia cintai untuknya dirinya.” Muttafaqun a’alaih8 . Mencintai tetangga dan tamu, serta tidak bicara kecuali tentang yang baik:  Dari Abu Hurairah t, dari Rasulullah r, beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah I dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya.” Muttafaqun ‘Alaih.9

 

Memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar:

            Dari Abu Sa’id al-Khudri t, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah r bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian melihat yang mungkar (yang dilarang agama) hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya) dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya dengan hatinya, dan itulah selemah- lemahnya iman.” HR. Muslim.10

 

. Nasehat ٦

            Dari Tamim ad-Darimi t, bahwasanya Nabi r bersabda, ” Agama adalah nasehat.’ Kami bertanya, ‘Untuk siapa?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allah I, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat Islam secara umum.” HR. Muslim. 11  . Iman adalah amalan yang paling utama:  Dari Abu Hurairah t, sesungguhnya Rasulullah r ditanya: ‘Apakah amalan yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Iman kepada Allah I dan Rasul-Nya.’ Beliau ditanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah I.’ Beliau ditanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Haji yang mabrur.” Muttafaqun ‘Alaih.12

 

Iman bertambah dengan taat dan berkurang dengan perbuatan maksiat:

 1, Firman Allah I: Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). (QS. Al-Fath :4)

2, Firman Allah I: Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata :”Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?”. Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. (QS. At-Taubah :124)

3, Dari Abu Hurairah t, bahwasanya Rasulullah r bersabda, “Tidak berzina orang yang berzina saat berzina sedangkan dia dalam keadaan beriman. Tidak mencuri orang yang mencuri saat dia mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan tidak meminum arak (orang yang meminumnya) saat dia meminum sedangkan dia dalam keadaan beriman.” Muttafaqun ‘alaih.13

 4, Dari Anas bin Malik t, dari Nabi r, beliau bersabda, “Akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata: ‘Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah’ dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat rambut. Akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata: ‘Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah’ dan di hatinya ada kebaikan seberat biji gandum. Dan akan keluar dari neraka orang yang pernah berkata:’Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah’ dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji sawi (atom).” Dan dalam satu riwayat:  ‘iman’ di tempat ‘kebaikan’.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/