Anggota TNI Dilarang Jadi Pengaman Tempat Hiburan

By | April 24, 2019

Anggota TNI Dilarang Jadi Pengaman Tempat Hiburan

Anggota TNI Dilarang Jadi Pengaman Tempat Hiburan

Anggota TNI Dilarang Jadi Pengaman Tempat Hiburan

BANDUNG – Prajurit atau anggota TNI aktif dilarang menjadi pengaman

bahkan pelindung tempat hiburan baik perorangan atau mewakili lembaga.

Pesan itu disampaikan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Munardo dalam apel kesiagaan Operasi Gaktim dan Yustisi Garnisun Bandung Cimahi 2018 di Jl. Diponegoro Bandung, Kamis pagi (1/2/2018). Larangan itu salah satu dari 4 point yang disampaikan Pangdam.

“Kegiatan itu dikhawatirkan menimbulkan masalah sosial baru di kemudian hari, maka tidak dibenarkan lagi ada anggota TNI yang menjadi pengaman tempat-tempat hiburan” jelas Doni.

Hal lain yang disampaikan adalah soal geng motor dan potensi kejahatan lain.

“Sudah ada MoU antara Kapolda dan Garnisun untuk melakukan pembinaan dan pencegahan kejahatan yang dilakukan anggota geng motor. Selain pencegahan, harus juga dilakukan penegakan hukum dalam rangka membantu tugas kepolisian” katanya.

Pangdam juga menegaskan tentang penertiban toko-toko yang menjual atribut TNI baik di Bandung maupun di Cimahi. “Atribut TNI sebenarnya tidak boleh dijual bebas. Namun kalau bisa dilakukan pembinaan, maka penjual dilarang menjual atribut kepada masyarakat sipil” ujarnya.

Di akhir amanatnya sebagai inspektur upacara, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI

Doni Munardo meminta kepada anggotanya untuk menghindari lagi bentrok antar anggota dan antara TNI dan anggota polisi.

“Sudah ada kesepakatan antara Panglima TNI dan Kapolri yang salah satu poinnya adalah jika terjadi bentrok maka keduanya berada dalam posisi yang salah” pungkas Doni. (Pun)

 

Baca Juga :