Faktor Penyebab Perilaku Agresif Remaja Menurut Nadhirin

By | April 20, 2019

Faktor Penyebab Perilaku Agresif Remaja Menurut Nadhirin

Faktor Penyebab Perilaku Agresif Remaja Menurut Nadhirin

Faktor Penyebab Perilaku Agresif Remaja Menurut Nadhirin

1.  Faktor Biologis

Ada beberapa faktor biologis yang mempengaruhi perilaku agresif yaitu : a) Gen tampaknya berpengaruh pada pembentukan sistem neural otak yang mengatur perilaku agresi. b) Sistem otak yang tidak terlibat dalam agresi ternyata dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi. c) Kimia darah. Kimia darah (khususnya hormon seks yang sebagian ditentukan faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresi.

2.    Faktor lingkungan

Yang mempengaruhi perilaku agresif remaja yaitu:
  • Kemiskinan
    Remaja yang besar dalam lingkungan kemiskinan, maka perilaku  agresi mereka secara alami mengalami penguatan.
  • Anoniomitas
    Terlalu banyak rangsangan indra dan kognitif membuat dunia menjadi sangat impersonal, artinya antara satu orang dengan orang lain tidak lagi saling mengenal. Lebih jauh lagi, setiap individu cenderung menjadi anonim (tidak mempunyai identiras diri).
  • Suhu udara yang panasBila diperhatikan dengan seksama tawuran yang terjadi di berbagai daerah  seringkali terjadi pada siang hari di terik panas matahari, tapi bila musim hujan relatif tidak ada peristiwa tersebut. Begitu juga dengan aksi-aksi demonstrasi yang berujung pada bentrokan dengan petugas keamanan yang biasa terjadi pada cuaca yang terik dan panas tapi bila hari diguyur hujan aksi tersebut juga menjadi sepi.

3. Kesenjangan generasi

Adanya perbedaan atau jurang pemisah (gap) antara generasi anak dengan orang tuanya dapat terlihat dalam bentuk hubungan komunikasi yang semakin minimal dan seringkali tidak nyambung.

4.      Amarah

Marah merupakan emosi yang memiliki cirri-ciri aktifitas system saraf parasimpatik yang tinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat yang biasanya disebabkan akarena adanya kesalahan yang muingkin nyata-nyata salah atau mungkin tidak.

5. Peran belajar pendekatan kekerasan

Model pahlawan-pahlawan di film-film seringkali mendapat imbalan setelah mereka melakukan tindak kekerasan. Hal bisa menjadikan penonton akan semakin mendapat penguatan bahwa hal tersebut merupakan hal yang menyenangkan dan dapat dijadikan suatu sistem nilai bagi dirinya.

6.  Frustasi

Frustasi terjadi bila seseorang terhalang oleh ssesuatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara merespon terhadap frustasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustasi yang behubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan dan adanya kebutuhan yang harus segera tepenuhi tetapi sulit sekali tercap[ai. Akibatnya mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresi.

7. Proses pendisiplinan yang keliru

Pendidikan disiplin yang otoriter dengan penerapan yang keras terutama dilakukan dengan memberikan hukuman fisik, dapat menimbulkan berbagai pengaruh yang buruk bagi remaja.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prilaku agresif dapat diakibatkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor yang berkaitan langsung dalam diri individu seperti stres dan keadaan psikologis lainnya. Faktor eksternal meliputi faktor dari luar diri yang meliputi kekuasaan, efek senjata maupun provokasi.
Baca Artikel Lainnya: