NTP Jabar Alami Kenaikan Tertinggi

By | April 24, 2019

NTP Jabar Alami Kenaikan Tertinggi

NTP Jabar Alami Kenaikan Tertinggi

NTP Jabar Alami Kenaikan Tertinggi

BANDUNG – Tiga provinsi di Pulau Jawa mengalami kenaikan NTP pada Januari 2018. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Jawa Barat sebesar 0,79 persen, disusul NTP Jawa Timur naik sebesar 0,27 persen, dan NTP Banten naik sebesar 0,13 persen.

Tiga Provinsi mengalami penurunan yaitu DKI Jakarta turun sebesar 0,88 persen,

DI Yogyakarta turun sebesar 0,62 persen, dan NTP Jawa Tengah turun sebesar 0,47 persen . Secara Nasional, NTP Januari 2018 dibandingkan Desember 2017 mengalami penurunan sebesar 0,01 persen dari 103,07 menjadi 103,06.

Berdasarkan hasil pemantauan harga di 18 kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada Januari 2018 NTP Jawa Barat mengalami kenaikan 0,79 persen dibandingkan NTP Desember 2017 dari 108,39 menjadi 109,25. Hal ini dikarenakan indeks harga hasil produksi pertanian, Indeks Harga Diterima Petani (IT) naik sebesar 1,87 persen sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani atau Indeks Harga Dibayar Petani (I  B) mengalami kenaikan sebesar 1,07 persen.

Kepala BPS Jabar Doddy Herlando menyebutkan pada Bulan Januari 2018 dari lima Subsektor pertanian hanya subsektor Tanaman Pangan yang mengalami kenaikan NTP yaitu sebesar 2,74 persen dari 105,83 menjadi 108,73.

Sedangkan empat subsektor lainnya mengalami penurunan

. Tertinggi terjadi pada NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan sebesar 2,04 persen dari 102,73 menjadi 100,64, diikuti Subsektor Perikanan yang turun sebesar 0,43 persen dari 102,29 menjadi 101,85, NTP Subsektor Hortikultura turun 0,25 persen dari 113,68 menjadi 113,39, dan NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,11 persen dari 113,93 menjadi 113,80

Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani (IT) menunjukkan fluktuasi harga komoditas yang dihasilkan petani. Pada Januari 2018, IT Gabungan dari lima subsektor pertanian mengalami kenaikan sebesar 1,07 persen dibandingkan IT Desember 2017 dari 143,21 menjadi 145,89.

Bila dirinci menurut subsektor, IT Subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 3,91 persen

dari 143,93 menjadi 149,56, IT Subsektor Hortikultura naik sebesar 0,93 persen dari 153,11 menjadi 154,54, IT Subsektor Peternakan naik sebesar 0,73 persen dari 139,93 menjadi 140,95, IT Subsektor Perikanan naik sebesar 0,54 persen dari 132,72 menjadi 133,43, sementara IT Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 1,05 persen dari 134,40 menjadi 132,98.

Harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani baik untuk rumah tangga petani maupun kebutuhan proses produksi pada Januari 2018 mengalami perubahan sebesar 1,07 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 132,13 menjadi 133,54. IB dari lima subsektor serentak mengalami kenaikan, tertinggi terjadi pada IB Tanaman Hortikultura naik sebesar 1,18 persen, IB Subsektor Tanaman Tanaman Pangan naik sebesar 1,14 persen, IB Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,01 persen, IB subsektor Perikanan naik sebesar 0,97 persen, dan IB Subsektor Peternakan naik sebesar 0,85 persen.

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10972-pengertian-jangka-sorong-menurut-ahli-dan-manfaatnya