Siapa Yang Menjiplak Blog Kamu

By | June 28, 2019

Siapa Yang Menjiplak Blog Kamu

Siapa Yang Menjiplak Blog Kamu

Siapa Yang Menjiplak Blog Kamu

 

Mesin pencari seperti Google sebenarnya

punya masalah serius terkait duplikasi dari dulunya. Hal itu sering disebut sebagai disebut sebagai duplicate content. Duplicate content ini singkatnya adalah konten serupa yang ditampilkan di beberapa lokasi (URL) pada web. Apa dampaknya? Mesin penelusur jadinya tidak tahu URL mana yang akan ditampilkan di hasil pencariannya. Hal ini sebenarnya bisa “melukai” peringkat halaman di website Anda seandainya konten Anda yang kena duplikasi. Apalagi saat orang-orang lainnya mulai menautkan ke semua versi konten atau postingan yang berbeda-beda, masalahnya bisa menjadi lebih besar.

 

Bagaimana jelasnya permasalahan duplikasi konten ini?

Artikel yang kami sajikan kali ini akan membantu Anda untuk memahami bagaimana penjelasan teknisnya, apa saja penyebab duplicate content, dan seperti apa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Selamat membaca, semoga artikel ini membantu!

 

Apa itu Duplicate Content?

Misalnya artikel Anda tentang ‘kata kunci x’ muncul di http://www.contohaja.com/keyword-x/ dan konten yang sama juga muncul di http://www.contohaja.com/article-category/keyword-x/. Situasi ini tidak mengada-ada. Hal seperti ini banyak terjadi di banyak sistem manajemen konten yang modern kini. Artikel Anda telah diduplikasi oleh beberapa blogger lain. Jadinya, beberapa link menuju ke URL yang utama; link satunya ke URL yang lainnya. Ini adalah masalah utama dari mesin pencari yang selama ini selalu ada: ini juga jadi masalah buat Anda. Mengapa duplicate content adalah masalah Anda? Karena tautan tersebut sama-sama mempromosikan URL yang berbeda. Jika mereka semua menautkan ke URL yang sama atau satu saja dari blog asli Anda, peluang Anda untuk mendapatkan peringkat ‘kata kunci x’ pasti lebih tinggi. Tapi dengan adanya duplicate content itu peluangnya mengecil, bahkan lebih parah lagi, Anda bisa kena takedown dari Google padahal Anda merupakan creator yang asli .

Mengapa Mengurus Duplicate Content Penting?

Sebelum kami menunjukkan cara untuk mengatasai duplicate content yang ada, mari kita membahas secara singkat terlebih dahulu bagaimana si mesin penelusur raksasa Google menangani duplicate content sejauh ini.

Pada tahun 2013, seseorang dari Google bernama Matt Cutts mengatakan bahwa 25-30% konten di internet bersifat duplikatif . Kalau dihitung-hitung, sekarang pasti jumlahnya jauh lebih tinggi. Mengapa? Ya, berdasarkan common sense, menduplikasi di internet memang sangat mudah. Anda tinggal lihat mana konten yang bagus, lalu klik copy-paste. Bayangkan saja diri Anda sebagai mahasiswa kuliah tingkat akhir yang sedang skripsi di zaman internet. Mencari informasi mudah dan keinginan untuk sekadar menyalin yang ada juga besar tanpa harus memprosesnya terlebih dahulu, tinggal salin dan tempel. Mengerjakan skripsi atau tugas di zaman di mana internet belum ada, pasti berbeda kondisinya. Kalaupun mau menyalin, Anda perlu mengetiknya sendiri terlebih dahulu dari setumpuk buku di perpustakaan kampus.

Nah, karena fenomena duplicate content ini begitu lazim, Google tidak memberi penalti tertentu atau menghukum pelakunya. Jadi, Google tidak menghukum duplicate content bila tidak diadukan si pelapor, kecuali yang murni berupa spam.

Jadi jika tidak ada hukumannya kalau Anda menyalin sesuatu dari blog orang lain? Lalu mengapa Anda musti peduli soal siapa yang menyalin konten siapa?

Sebenarnya, alasan terbesarnya adalah ketika terjadi duplicate content, si mesin penelusur Google jadi susah pekerjaannya dalam menyaring dan menentukan versi konten yang mana yang akan ditampilkan di hasil penelusurannya atau SERP (Search Engine Page Result). Ini berarti konten yang sudah susah-susah Anda habiskan waktu dan uang dalam membuatnya mungkin saja jadi tidak bisa muncul di halaman hasil penelusuran , tapi yang buat sakit hatinya, versi curian dari konten Anda yang dibuat oleh kompetitor bisnis atau siapapun itu orang yang entah dapat dikatakan bodoh atau jahat ꟷ malah masuk ke peringkat yang Anda incar di Google. Kesal ya, membacanya.

Google memang kerap gagal menyaring versi asli konten sehingga menyebabkan pemilik website menderita dengan mendapat peringkat yang lebih rendah atau bahkan bila kena salah aduan konten yang aslilah yang di-takedown olehnya. Peringkatnya lebih rendah karena lalu lintas atau website traffic yang ada jadi lebih rendah dan kurang memiliki otoritas terkait relevansi dalam pencarian.

Anda perlu menyadari, duplicate content muncul di mesin telusur bisa merusak otoritas merek atau brand Anda dan bisa juga merusak upaya pemasaran konten Anda secara substansial . Ini hal serius yang terkadang, orang-orang memang berniat jahat melakukannya demi menurunkan peluang Anda secara SEO. Hal ini kerap terjadi pada pebisnis yang berbasis website atau internet. Bahkan jasa-jasa black hat SEO kini ada di mana-mana. Para pelaku ini bisa menduplikasi konten Anda, mengganti tanggal posting hasil curian mereka (lebih awal dari tanggal posting di website Anda sebenarnya), bahkan setelahnya mengadukan konten asli Anda sebagai duplicate content pada Google.

Sumber : https://rushor.com/pemahaman-bodoh-dan-pintar-ala-bob-sadino/