Siswa SMAN 1 Bojonegoro Mendapat Nilai Tertinggi di Jawa Timur

By | June 28, 2019

Siswa SMAN 1 Bojonegoro Mendapat Nilai Tertinggi di Jawa Timur

Siswa SMAN 1 Bojonegoro Mendapat Nilai Tertinggi di Jawa Timur

Siswa SMAN 1 Bojonegoro Mendapat Nilai Tertinggi di Jawa Timur

Guru-guru di SMAN 1 Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) patut berbangga hati.

Pasalnya murid-murid didik mereka mendapat tempat di tingkat Provinsi. Bahkan salah satu siswanya mendapat nilai ujian nasional jurusan IPS tertinggi se-Jatim.

Adalah Muhammad Rafif Nafia Hertianto akrab yang akrab disapa Rafif. Dia berhasil mengharumkan nama baik sekolahnya. Rafif mendapatkan total nilai 369,50 dari empat mata pelajaran yang diujikan, di antaranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Geografi. Dengan memperoleh nilai rata-rata 92,375.

“Nilai tertinggi Rafif, ialah mata pelajaran Geografi dengan mendapat nilai 98.

Prestasi ini sangat membanggakan kami. Semua tidak lepas dari perjuangan anak-anak, kerja keras guru, komite, pembina sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Bojonegoro, Sri Setyowati, Kamis (3/5).

Selain prestasi siswanya yang telah mendapat nilai ujian nasional tertinggi di Jatim. Secara kelembagaan SMAN 1 Bojonegoro juga memperoleh peringkat satu nilai rata-rata 81,41 di Provinsi Jatim.

Sedangkan urutan kedua didapat SMAN 5 Surabaya dengan nilai rata-rata 79.91.

“Ada dua murid jurusan IPS yang masuk sepuluh besar, Muhammad Rafif Nafia Hertianto dan Anggita Nur Luthfiya,” jelanya.

Tidak hanya jurusan IPS yang membanggakan, namun siswa siswi jurusan IPA juga turut menyumbang prestasi. Mereka adalah Andri Josua Barutu, dengan total nilai 377,50. Andri mendapat nilai tertinggi terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia 96.

Kemudian, Nikken Kartika Dewi dengan total nilai dari empat mata pelajaran 374,50. “Kedua murid jurusan IPA tersebut juga masuk sepuluh besar nilai tertinggi di Jatim,” tambahnya.

Dengan perolehan prestasi anak didiknya itu, Sri Setyowati berharap, ke depan bisa lebih baik lagi. “Selanjuntnya, anak-anak lebih kreatif lagi, sehingga menciptakan prestasi yang lebih membanggakan,” tutupnya.

 

Sumber :

https://yaplog.jp/ojelhtcmandiri/archive/4