Faktor-faktor Individual

By | July 20, 2019

Faktor-faktor Individual

Faktor-faktor Individual

Faktor-faktor Individual

 

Kecuali faktor stimulasi dan metode belajar, faktor individual sangat besar pengaruhnya terhadap belajar siswa.
Adapun faktor itu menyangkut hal-hal sebagai berikut :

Kematangan

Kematangan dicapai individu dari proses pertumbuhan psikologisnya. Kematangan terjadi akibat perubahan kuatitatif di dalam struktur jasmani dibarengi dengan perubahan kuantitatif terhadap struktur tersebut. Kematangan memberi kondisi pada fungsi psikologis termasuk sistem saraf dan otak menjadi berkembang.

Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan memegang beberapa kegiatan yang diminati seseorang. Diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa senang (slameto, 1988:57). Minat besar pengaruhnya terhadap prstasi belajar, karena apabila bahan pelajaran tidak diminati siswa-siswi tersebut akan malas dalam belajanya. Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar atau dapatlah diusahakan agar ia lebih mempunyai minat yang lebih besar dengan menjelaskan hal-hal menarik.

Bakat

Bakat adalah kemampuan untuk belajar karana kemampuan itu baru terealisir menjadi kecakapan yang nyata setelah belajara dan berlatih (slameto, 1988:59). Bakat itu juga mempengaruhi prestasi belajar siswa jika bahan pelajaran sesuai dengan bakat siswa, hasil, pelajaran akan lebih baik karena ia akan senang terhadap bahan pelajaran tersebut, selanjutnya mereka akan lebih giat lagi, oleh karena itu penting sekaliuntuk mengetahui bakat dari siswa, dan menempatkan siswa di sekolah yang sesuai dengan bakatnya.

Kesiapan

Kesiapan itu timbul dan siswa itu sendiri dan juga berhubungan dengan kesiapan fisik dan mental dan siswa yang bersangkutan. Dengan sudah siapnya untuk menerima pelajaran, hasil pelajaran akan lebih baik, lain halnya apabila belum siap menerima pelajaran. Prestasi yang dihasilkan akan lebih rendah. Dengan demikian faktor kesiapan juga berpengaruh pada prestasi siswa.

Faktor usia kronologis

Pertambahan dalam usia selalu dibarengi dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Semakin tua usia anak emakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. Anak yang lebih tua lebih kuat, lebih sabar, lebih sanggup melaksanakan tugas-tugas yang lebih berat, lebih mampu mengarahkan energi dan perhatiannya dalam waktu yang lebih lama, lebih memmiliki koordinasi gerak kebiasaan kerja dan ingatan yang lebih baik dan tingkat kemampuan belajar siswa

Faktor Perbedaan Jenis Kelamin

Hingga saat ini belum ada petunjuk yang menguatkan tentang adanya perbedaan skill, sikap, minat, temperamen, bakat dan pola-pola tingkah laku sebagai akibat dari perbedaan jenis kelamin. Misalnya dalam prestasi akademik dapat kita lihat banyak anak perempuan yang menunjukkan prestasi yang lebih baik tidak kalah dengan prestasi anak laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan berarti antara anak laki-laki dan perempuan dalam hal intelegensi.
Pengalaman Sebelumnya
Pengalaman yang diperoleh individu ikut mempengaruhi belajar yang bersangkutan, terutama dalam hal transfer belajarnya.
Kondisi Kesehatan Jasmani
SSiswa yang belajar membutuhkan kondisi yang sehat. Siswa yang badannya sakit akibat penyakit-penyakit tertentu serta kelelahan tidak akan dapat belajar dengan efektif. Cacat fisik juga mengganggu belajar.
Kondisi Kesehatan Rohani
Gangguan terhadap cacat-cacat mental pada seseorang sangat mengganggu belajar orang yang bersangkutan.
Motivasi
Motivasi yang berhubungan dengan kebutuhan, motif, dan tujuan, sangat mempengaruhi kegiatan dan hasil belajar. Motivasi adalah sangat penting bagi proses belajar karena motivasi menggerakkan organisme, mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasakan penting bagi siswa.