Magang Tanpa Bayaran: Menguntungkan Peserta Magang Atau Perusahaan?

By | July 22, 2019

Magang Tanpa Bayaran: Menguntungkan Peserta Magang Atau Perusahaan?

Magang Tanpa Bayaran Menguntungkan Peserta Magang Atau Perusahaan

Magang Tanpa Bayaran Menguntungkan Peserta Magang Atau Perusahaan

WASHINGTON —

Isu magang tanpa dibayar sedang berkembang di AS, dimana pengadilan bandin

g baru saja memutuskan bahwa praktek ini dianggap legal selama pekerjaan tersebut sesuai dengan pendidikan peserta magang.

Beberapa orang melihat kesempatan magang sebagai pengalaman yang saling menguntungkan bagi anak muda yang sedang mencari pengalaman kerja dan bagi pengusaha yang mencari bantuan untuk pekerjaan mereka. Namun, sebagian orang bersikeras mengatakan bahwa praktek magang harus dilarang karena mereka merasa bahwa peserta magang muda diekploitasi jika mereke bekerja tanpa diberi upah.

Pada tahun 2011, Eric Glatt, yang magang untuk film Black Swan yang diproduksi oleh Fox Searchlight Pictures, menggugat perusahaan tersebut dalam sebuah gugatan menuduh perusahaan tersebut melanggar hukum upah minimum dan kerja lembur.

Dalam sebuah wawancara dengan VOA, Glatt mengatakan bahwa tugasnya mencakup semua tanggung jawab normal pegawai akuntansi di perusahaan tersebut, termasuk mengelola data pegawai, meninjau ulang dan melacak pesanan dan menjadi pesuruh yang mengantarkan berbagai kebutuhan dari kantor akuntansi ke lokasi syuting dan sebaliknya.

Meskipun peserta magang diberitahu sebelumnya bahwa mereka tidak akan dibayar, Glatt mengatakan bahwa ia mulai menyadari pelanggaran yang terjadi setalah ia mulai bekerja untuk perusahaan tersebut.

Siapapun yang “melakukan pekerjaan yang berarti dan membantu atasannya

seharusnya setidaknya dibayar upah minimum,” ujarnya.

“Seharusnya tidak menjadi masalah jika orang tersebut masih sekolah, atau masih muda atau tidak berpengalaman; yang penting adalah jika seseorang membantu pekerjaan atasannya, ia berhak menerima jumlah gaji minimum tersebut.”

Standar baru

Pengadilan Distrik Federal di Manhattan mengabulkan tuntutan peserta magang tersebut pada tahun 2013, menyatakan bahwa mereka harus diperlakukan sebagai karyawan di bawah enam kriteria yang ditetapkan oleh Departemen Tenaga Kerja. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa magang harus bersifat mirip dengan pelatihan yang diberikan dalam suasana pendidikan yang menguntungkan pemagang, bukan pengusaha.

Hakim John Walker dari Pengadilan Banding AS mengatakan bahwa “tujuan

magang adalah untuk mengintegrasikan pelajaran di kelas dengan keterampilan praktis dalam dunia nyata.”

Namun, pengadilan banding membatalkan keputusan pengadilan rendah bulan ini, dan menerapkan standar baru: yang disebut “tes penerima utama,” yang menyatakan bahwa karyawan magang hanya bisa dianggap sebagai karyawan jika atasannya menerima manfaat lebih daripada magang. Jika karyawan magang menerima lebih banyak manfaat daripada atasannya, maka atasannya dapat memperkerjakan magang tanpa memberi upah.

Kasus Eric Glatt dan teman-temannya yang dibawa ke pengadilan federal kini telah dikirim kembali ke pengadilan rendah untuk ditinjau ulang menggunakan standar baru.

 

Sumber :

https://gust.com/companies/republik-digital