Setelah Italia, Pelajar Indonesia di Mesir juga Mangkat

By | July 4, 2019

Setelah Italia, Pelajar Indonesia di Mesir juga Mangkat

Setelah Italia, Pelajar Indonesia di Mesir juga Mangkat

Setelah Italia, Pelajar Indonesia di Mesir juga Mangkat

Jumat kemarin (22/9) tampaknya menjadi hari berduka bagi pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Setelah Syahrie Anggara, pelajar University of Leicester meninggal di Italia, juga dihari yang sama, Qisthas Hadi Permana meninggal di RS El Humayat Banha, Kairo, Mesir.

Sebelumnya, pada Selasa (19/9), Qisthas yang merupakan mahasiswa Universitas Azhar tersebut didiagnosa ada cairan di kepala dan harus segera dilakukan operasi untuk mengeluarkan cairan tersebut. Tetapi ternyata nyawanya tidak tertolong.

Sang ibunda, Rusdiana yang terbang langsung ke Kairo untuk menjemput jenazah

sang anak mengatakan bahwa Qisthas merupakan anak yang periang dan penuh kehangatan. ’’Meski jauh, dia selalu mencoba menghibur saya, lewat chat atau telepon,’’ paparnya.

Qisthas juga dikenal sebagai anak yang mudah berteman. Mulai dari anak kecil hingga orang tua, Qisthas bisa berteman dengan semuanya. Karena itu, Rusdiana sendiri bersyukur melihat teman anak-anaknya yang saling membantu di Kairo.

Rusdiana juga lega setelah teman-teman Qisthas memperlihatkan video detik-detik Qisthas berpulan

g. ’’Dia menyebut asma Allah, meminta maaf pada semuanya,’’ ucap Rusdiana.

Memang dalam sebulan terakhir, Qisthas sering mengeluh pusing kepalanya. Hingga dua minggu terakhir masuk keluar rumah sakit. Jenazah Qisthas rencananya akan dibawa pulang ke Tangerang Selatan pada Sabtu malam. Shalat jenazah di masjid Al-Azhar juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzy. (*)

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/1/