TINJAUAN PRESTASI BELAJAR

By | July 20, 2019

TINJAUAN PRESTASI BELAJAR

TINJAUAN PRESTASI BELAJAR

TINJAUAN PRESTASI BELAJAR

Untuk mengetahui hasil prestasi belajar belajar siswa, penulis memberikan pengertian tentang belajar. Dalam kamus umum Bahasa Indonesia Oleh W.J.S Poerwodarminto disebut bahwa :

 Prestasi adalah

Kemampuan siswa yang semaksimal mungkin dari hasil yang dicapai” (W.J.S Poerwodaminto, 1982:108)
Menurut Suhartono :
“ Belajar adalah suatu nilai yang menunjukkan hasil yang tinggi dalam belajar, yang dicapai melalui kemampuan dalam mengerjakan sesuatu ada saat tertentu pula.
Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar siswa adalah nilai yang mewujudkan hasil belajar yang menunjukkan kemampuan dalam mengerjakan pada saat tertentu dalam suatu lembaga pendidikan.Jadi dari pengertian prestasi belajar tersebut di atas dan peristiwa mengajar yang mengarah pada tujuan, maka untuk mengetahui apakah kegiatan belajar mengajar akan berhasil atau sudah mencapai tujuan, yang diperlukan adalah nilai. Penilaian itu diperlukan untuk mengetahui hasil usaha pendidikan kita terhadap siswa, hasil inilah yang kita sebut prestasi belajar siswa.

TINJAUAN UMUM PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pendekatan konstruktivis dalam pengajaran menerapkan pembelajaran kooperatif secara ekstensif, atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep itu dengan temannya (Slavin, 1995)
Menurut Thomson, et al (1995), pembelajaran kooperatif turut menambah unsure-unsur interaksi sosial pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil saling membantu satu sama lain. Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 siswa, dengan kemampuan yang heterogen. Maksud heterogen adalahterdiri dari campuran kemampuan siswa, jenis kelamin dan suku (Thomson,1995). Hal ini bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan pendapat dan bekerja dengan teman yang berbeda latar belakangnya. Pada pembelajaran kooperatif diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerjasama di dalam kelompoknya. Seperti menjadi pendengar yang baik, memberikan penjelasan kepada teman sekelompok denganbaik, siswa diberi lembar kegiatan yang berisi pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk diajarkan. Selama kerja kelompok adalah mencapai ketuntasan (Slavin, 1995).
Perlu ditekankan kepada siswa bahwa mereka belum boleh mengakhiri diskusinya sebelum mereka yakin bahwa seluruh anggota timnya menyelesaikan seluruh tugas. Siswa diminta menjelaskan jawabannya di lembar kerja siswa (LKS). Apabila seseorang siswa memiliki pertanyaan, teman satu kelompok diminta untuk menjelaskan, sebelum menanyakan jawaban kepada guru. Pada saat siswa sedang bekerja dalam kelompok, guru berkeliling di antara anggota kelompok, memberikan pujian dan mengamati bagaimana kelompok bekerja. Pembelajaran kooperatif dapat membuat siswa memverbalisasi gagasan-gagasan dan dapat mendorong muncunya refleksi yang mengarah pada konsep-konsep secara aktif (Thomson et al.1995). Pada saatnya,kepada siswa diberikan evaluasi dengan waktu yang cukup untuk menyeless menunjuan tes yang diberikan. Diusahakan agar siswa tidak bekerjasama pada saat mengikuti evaluasi, pada saat ini mereka harus menunjukkan apa yang mereka pelajari sebagai individu.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Terdapat 6 fase atau langkah utama dalam pembelajaran kooperatif (Arends, 1997:113). Pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi siswa untuk belajar. Fase ini diikuti siswa dengan penyajian informasi, sering dalam bentuk teks bukan verbal. Selanjutnya siswa dikelompokan ke dalam tim-tim belajar. Tahap ini diikuti bimbingan guru pada saat siswa bekerjasama menyelesaikan tugas mereka. Fase terakhir dari pembelajaran kooperatif yaitu penyajian hasil akhir kerja kelompok, dan mengetes apa yang mereka pelajari, serta memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu