Kemdikbud Alokasikan Dana Rp 10 M Bangun Sekolah Darurat di Sulteng

By | August 19, 2019

Kemdikbud Alokasikan Dana Rp 10 M Bangun Sekolah Darurat di Sulteng

Kemdikbud Alokasikan Dana Rp 10 M Bangun Sekolah Darurat di Sulteng

Kemdikbud Alokasikan Dana Rp 10 M Bangun Sekolah Darurat di Sulteng

Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Didik Suhardi mengatakan,

berdasarkan data sementara tercatat sekitar 420 sekolah yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawasi Tengah (Sulteng).

Didik menyebutkan, meski dalam keadaan bencana, para siswa diharapkan tetap belajar. Untuk itu, Kemdikbud membangun sekolah darurat atau sementara yang terdiri dari tujuh ruangan dan masing-masing ruangan dapat menampung sebanyak 33 siswa. “Pemerintah membangun sebanyak 333 sekolah sementara. Dengan alokasi dana pembangunan sekolah sementara ini senilai kurang lebih Rp 10 miliar,” kata Didik pada acara Pers Gathering di Bumi Katulampa Convention Resort, Bogor, Sabtu (13/10).

Sebelumnya, Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Direktorat Jenderal Pendidikan

Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, Kemdikbud menyiapkan bangunan ruang-ruang belajar darurat yang terdiri dari dua jenis berupa tenda dan bangunan semi permanen.

Ia menyebutkan, pertama dari tenda darurat sesuai standar United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang berwarna putih disertai ventilasi. Kedua, bangunan darurat yang dibuat dari kayu atau bambu beratapkan terpal dengan kapasitas tujuh ruang kelas. Ruang-ruang belajar darurat tersebut diprioritaskan untuk ditempatkan di titik-titik dekat lokasi pengungsian tempat berkumpulnya anak-anak.

“Dari Kemdikbud, kami menyiapkan 333 unit sekolah darurat dengan kapasitas tujuh ruang

. Kemudian tenda darurat sudah kami kirimkan sebanyak 20 unit. Nanti kami akan mendapatkan bantuan tenda dari UNICEF sejumlah sekitar 300 unit,” kata Poppy.

Poppy juga menambahkan, dengan akan kembali belajar, penanganan psikososial juga terus dilakukan bersama berbagai lembaga untuk memulihkan kondisi siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Kemdikbud melakukan kegiatan pemutaran film edukatif, juga membagikan paket buku-buku cerita, alat permainan edukatif untuk mengembalikan semangat belajar anak-anak.

Selain itu, Kemdikbud segera menerbitkan peraturan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai bagian dari upaya membangun budaya ketahanan bencana sejak dini dan sistematis. Edukasi tentang ketahanan bencana diharapkan dapat dilakukan melalui sekolah-sekolah dengan melibatkan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Baca Juga :