Pengertian Tari Topeng Lengkap

By | August 17, 2019

Tari Topeng – Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya tradisional. Negara-negara dengan kesenian tradisional yang sangat berbeda, seperti tarian daerah. Tarian di masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri. Salah satu tarian asli Indonesia yang cukup unik adalah Tari Topeng.

Tari topeng adalah tarian tradisional dari Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini dibawakan oleh penari memakai topeng. Keunikan tarian ini adalah topeng yang dikenakan memiliki karakter yang berbeda.

Penari yang melakukan Tari Topeng disebut Dalang. Karena setiap penari memainkan karakter pada topeng yang dikenakan. Tarian ini dapat dipertunjukkan oleh penari dan juga dapat dipertunjukkan oleh penari yang berbeda.

Pengertian Tari Topeng

Sejarah tarian topeng
Pertunjukan tari topeng
1. Pertunjukan kota
2. Pertunjukan individu
3. Pameran Babarangan
Jenis tari topeng Cirebon
1. Topeng Panji
2. topeng samba
3. Topeng Rumyang
4. Topeng Tumenggung
5. Topeng berkeliaran
Peralatan tari topeng
Disertai dengan topeng
Lagu topeng tari pengiring
Sejarah tarian topeng
Topeng tari

Tarian ini sebenarnya ada sejak abad ke 10 M, pada masa pemerintahan Raja Panji Dewa, yang merupakan raja Jenggala di Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, dari Cirebon tarian ini kemudian menyebar ke daerah-daerah Jawa Barat.

Tarian ini mengandung simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. Simbol yang terkandung dalam tarian ini bisa berupa cinta, nilai kepemimpinan dan kebijaksanaan. Pada saat pertunjukan tarian ini, penonton harus memahami simbol yang ditransmisikan oleh para penari.

Bahkan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga menggunakan tarian ini sebagai sarana propaganda untuk menyebarkan Islam dan juga bisa menjadi hiburan di seluruh istana.

Pertunjukan tari topeng
Topeng tari
Pada zaman kuno tarian ini dilakukan dalam ruang setengah lingkaran terbuka. Seperti pertunjukan yang diadakan di halaman rumah dan untuk penerangan dengan obor.

Tarian barong
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, pertunjukan tari ini sekarang dipertunjukkan di gedung dan lampu listrik sebagai penerangan. Tujuan dari pertunjukan tari ini dibagi menjadi 3 bagian, termasuk:

1. Pertunjukan kota
Acara diadakan untuk semua anggota komunitas. Hampir semua orang menghadiri pertunjukan tari ini. Acara itu cukup spektakuler, ada prosesi dalang dan atraksi. Biasanya pertunjukan ini berlangsung lebih dari satu malam. Contoh pertunjukan umum adalah perayaan desa, ngunjung atau ziarah serius dan ngarot kasinom (acara untuk kaum muda).

2. Pertunjukan individu
Acara pertunjukan diadakan oleh individu. Misalnya untuk menghidupkan kembali pernikahan, sunat dan khaulan atau seseorang yang memberikan suara. Biasanya pertunjukan ini dipentaskan di halaman niat pemilik.

3. Pameran Babarangan
Pameran ini adalah pementasan di sekitar desa, ini dilakukan berkat inisiatif topeng dalang yang sama. Pameran ini biasanya berputar di sekitar desa-desa yang sudah berkumpul, jika desa belum berkumpul, rute dibuat di kota yang sibuk. Ketika desa belum dikumpulkan, tur kota dilakukan karena desa tersebut mengalami kekeringan dan desa itu damai.

Jenis tari topeng Cirebon
Topeng tari
Selama pertunjukan, biasanya ada 5 topeng yang sering diartikan oleh penari. Setiap topeng memiliki karakter dan gambar yang berbeda. Bentuk dan warna topeng juga sangat berbeda. 5 jenis topeng dalam tarian ini meliputi:

1. Topeng Panji
Menjelaskan seseorang yang baru saja lahir ke dunia dalam keadaan suci. Gerakan-gerakan dalam jenis tarian ini sangat halus dan cair. Jenis tarian ini merupakan kombinasi antara keheningan intrinsik dan gerakan intrinsik.

2. topeng samba
Tarian ini menggambarkan seseorang memasuki tahap masa kanak-kanak. Tarian ini ditampilkan dengan gerakan yang hidup dan menyenangkan. Saat melakukan tarian topeng jenis Samba, para penari menari seperti anak-anak.

Tari Serimpi
3. Topeng Rumyang
Setiap topeng memiliki pesan moral yang berbeda. Untuk topeng Rumyang, ia menggambarkan seseorang yang tumbuh sebagai remaja sebagai seorang anak. Gerakan dalam jenis tarian ini mengandung pesan bahwa setiap manusia yang tumbuh harus berlipat ganda untuk berbuat baik.

4. Topeng Tumenggung
Pertunjukan ini menggambarkan seseorang yang keras dan berbudi luhur. Seseorang yang beralih dari masa remaja ke seseorang yang tegas dan penuh fitur. Selain jenis tarian ini, ia juga menggambarkan seseorang dengan loyalitas tinggi.

5. Topeng berkeliaran
Dalam topeng jenis ini, ia menggambarkan seseorang yang memiliki sifat marah. Saat menjalankan ini

Sumber : santinorice.com