Pesparani Katolik Pererat Kerukunan Umat Beragama

By | August 19, 2019

Pesparani Katolik Pererat Kerukunan Umat Beragama

Pesparani Katolik Pererat Kerukunan Umat Beragama

Pesparani Katolik Pererat Kerukunan Umat Beragama

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional pertama akan digelar

di Ambon pada 27 Oktober hingga 2 November 2018. Ketua Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala mengatakan lomba paduan suara ini bukan hanya untuk umat Katolik, juga mempererat kerukunan umat beragama. Pasalnya, persiapan Pesparani tidak hanya melibatkan umat Katolik, tetapi semua masyarakat Ambon.

“Ajang lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi pesta umat beragama Katolik, tetapi semua umat beragama. Panitia yang terlibat dalam acara ini tidak hanya dari umat Katolik saja, tetapi tokoh dari berbagai agama. Bahkan, umat Katolik hanya 10 persen dalam kepanitian, sisanya umat beragama lain,” kata Adrianus pada konferensi pers di Gedung Karya Pastoral, Katedral, Jakarta, Selasa (16/10).

Keterlibatan semua kalangan juga terlihat dari gedung- gedung yang akan digunakan untuk kegiatan Pesparani. Selain gereja Katolik, bangunan milik gereja Protestan, seperti Gedung Baileo Oikumene dan Gedung Cristian Center, juga digunakan. Islamic Center milik umat Islam digunakan untuk seminar dan musyawarah nasional.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggunakan aset daerah, antara lain Lapangan Merdeka, Kantor Gubernur Maluku, Lapangan Polda Tantui Gedung Balieo Siwalima, dan Gedung Taman Budaya.

Adrianus berharap acara tersebut berjalan dengan baik layaknya kegiatan akbar lainnya, seperti penyelanggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ ) 2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) 2015 di Ambon.

Pesparani, lanjutnya, akan dihadiri sekitar 6.800 orang. Sebagian besar adalah tokoh-tokoh

umat yang berkarya di daerah masing-masing. “Target peserta, awalnya sebanyak 8.000 orang. Namun, terjadi pengurangan jumlah peserta karena ada beberapa provinsi yang mengirim perwakilan dalam jumlah kecil. Salah satunya Provinsi Aceh yang hanya mengirim 24 peserta, sedangkan kuota dari panitia 240 orang per provinsi,” katanya.

Presiden Joko Widodo(Jokowi) diharapkan membuka Pesparani, tetapi panitia belum mendapat kepastian. “Presiden Joko Widodo sudah menyatakan akan datang dalam pembukaan Pesparani. Beliau sudah menyatakan kesediaannya di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jumat 24 Agustus lalu,” ujar Adrianus.

Senada dengannya, Wakil Ketua LP3KN, Toni Pardosi mengatakan penyelenggaraan

Pesparani tak lepas dari dorongan masyarakat Ambon agar umat Katolik secara nasional memiliki wadah untuk menunjukkan bakat di bidang tarik suara. Umat Katolik Ambon mengusulkannya ke KWI dan akhirnya diterima.

“Pesparani ini juga mendapat dukungan penuh dari umat beragama lainnya. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” katanya.

Didukung MUI
Sementara itu, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan Pesparani layaknya penyelanggaran MTQ 2012 dan Pesta Paduan Suara Pesparawi 2015 di Ambon. Bagi Abdullah, Pesparani di Maluku bukan sekadar perayaan umat Katolik, juga kegiatan yang melibatkan seluruh umat beragama yang ada di Maluku.

Menurutnya, kebersamaan umat beragama sudah terjalin sejak MTQ dan Pesparawi di Ambon yang melibatkan semua agama.

“Sewaktu MTQ digelar, kontingen dari Provinsi Banten malah tinggal di kediaman Uskup Amboina, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC. Kita harapkan semoga Pesparani ini berhasil seperti MTQ dan Pesparawi,” ujarnya.

Abdullah menyatakan kerukunan umat beragama di Maluku telah terjalin sejak ratusan tahun lalu. Berkat pranata-pranata sosial yang diwariskan leluhur, kehidupan umat beragama telah lama terbina dan persaudaraan di Maluku tetap terjalin.

“Pesparani menjadi salah satu momen untuk mempererat persaudaraan sebagai sesama manusia di Maluku, dan Indonesia pada umumnya. Kita saling menghargai, saling menghormati. Ini salah satu bentuk kerja sama kita,” ujarnya.

Ketua Bidang Lomba Pesparani, Ernest Mariyanto berharap Pesparani akan meningkatkan kemampuan para musisi Katolik, memperbanyak lagu-lagu tradisional Katolik, serta memperkuat pendidikan karakter bangsa.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/