Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT

By | September 17, 2019

Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT

Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT

Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT

Pekan ini Indonesia didukung oleh badan donor dunia menggelar kegiatan lokakarya

peluncuran proyek PAUD Inklusif guna memperkuat kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dirintis sejak Februari 2018 lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , dan diharapkan menjadi PAUD pencontohan dari berbagai aspek, baik pengajar, sarana prasarana, maupun tata kelola yang lebih menyeluruh dan partisipatif di tanah air.

Kegiatan Lokakarya Peluncuran PAUD Inklusif berlangsung di Kantor Kemendikbud Jakarta Selasa (15/1).

CSO Project Manager – Barnfonden Rika Setiawati mengatakan, prakarsa ini

diharapkan menjadi model bagi pemajuan tata kelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Inkusif, baik aspek kualitas, sarana prasarana, maupun aspek teknis lainnya yang lebih komprehensif.

Lokakarya Peluncuran Proyek ini , tambah Rika, melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah nasional dan lembaga pengembangan masyarakat lainnya.

Dengan dukungan dari Kemendikbud RI Direktorat PAUD Dikmas, Kolaborasi program PAUD

Inklusif ini terdiri dari sejumlah lembaga terkemuka antara lain Barnfonden, YSKK Solo, SID, dan LPMM NTT, kolaborasi ini didukung dan didanai oleh Uni Eropa, bertujuan mewujudkan menjalankan program penguatan kualitas PAUD inklusif dari sejak Februari 2018, terutama disejumlah wilayah kunci di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Inisiasi program ini diharapkan mendukung Indonesia dan lembaga-lembaga non pemerintah pemerhati anak lainnya di tingkat nasional.

Dukungan regulasi

Pakar mengatakan, masa depan anak dan lingkungan atau komunitasnya. Pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan bergantung kepada investasi terhadap pengembangan dan pembangunan anak usia dini. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia sebagai sebuah negara berkembang telah mengambil langkah untuk memprioritaskan pengembangan anak usia dini sejak tahun 2000an. Salah satu strateginya adalah dengan memasukan isu PAUD-HI ke dalam Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Perpres No. 60/2013 tentang PAUD-HI.

Kualitas PAUD Inklusif

Meskipun banyak PAUD didirikan dan dijalankan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah kota dan pedesaan, banyak PAUD dinilai kerap menghadapi tantangan untuk menyelenggarakan layanan yang berkualitas, khususnya disebabkan oleh kapasitas tutor/guru yang rendah. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan PAUD karena mereka diseleksi dan dipilih oleh masyarakat secara sukarela. Tuntutan layanan PAUD berkualitas dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah desa pun sama rendahnya, sehingga keberlanjutan layanan PAUD berkualitas dan dukungan terhadap tutor PAUD tidak sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia.

 

Sumber :

http://revistas.uned.es/index.php/accionpsicologica/comment/view/520/460/121054