JPPI : Perhatian Terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat Masih Minim

By | September 17, 2019

JPPI : Perhatian Terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat Masih Minim

JPPI Perhatian Terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat Masih Minim

JPPI Perhatian Terhadap Pendidikan Sepanjang Hayat Masih Minim

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) atau

Network for Education Watch Indonesia (NEW Indonesia) A Ubaid Matraji mengajak para pemangku kebijakan menggiatkan advokasi pendidikan sepanjang hayat (Lifelong learning) di tanah air. Indonesia dinilai masih memprioritaskan anggaran pendidikan untuk sekolah formal dan vokasi semata, sementara perhatian pemerintah kepada pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat masih minim.

Koordinator JPPI Ubaid Matraji membuka resmi Workshop Pendidikan Lifelong Learning yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini (12/12/2017). Pelatihan diikuti lebih 20 (dua puluh) perwakilan organisasi jaringan NEW Indonesia/JPPI.

“Ketika kawan-kawan kita, anggota jaringan (CSO) bicara mengenai penerapan pendidikan lifelong learning

, di area apa saja mereka jauh lebih menguasai,” tegas Ubaid.

Ubaid menambahkan, ada diantara dari anggota jaringan kita yang menjadi pendamping para ibu-ibu agar lebih mandiri dan mampu mengadvokasi diri mereka sendiri guna memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, baik yang bergerak untuk advokasi difabel, kebebasan berkeyakinan, hak masyarakat adat serta masalah sosial dan kemanusiaan lainnya.

Menurut Ubaid, ranah advokasi kita terkait peningkatan kualitas pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) tidak terbatas kepada pendidikan formal, namun perlu lebih fokus kepada masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan kerja-kerja sosial kesejahteraan lainnya, advokasi kita menyasar kepada ibu rumah tangga, pemuda pengangguran, balita dan kelompok-kelompok dengan keterbatasan akses pendidikan dan pembelajaran sebagai warga negara.

Semua sesi workshop berlangsung cukup interaktif, sedikitnya 20 partisipan mewakili

lembaga jaringan memberi sejumlah masukan guna mendorong Indonesia lebih proaktif memfasiltasi warga negaranya memperoleh akses pendidikan sepanjang hayat. Terutama masukan-masukan terkait kajian regulasi (aspek legal), sumber daya manusia, tata kelola, aspek anggaran serta peran kolektif pemangku kepentingan yang diharapkan lebih mendorong negara mengakomodasinya dalam regulasi sistem pendidikan nasional yang komprehensif.

Koordinator Program The Asia South Pacific Association for Basic and Adult Education (ASPBAE) Cecilia Soriano dalam sesi Workshop menyampaikan beberapa mekanisme terkini yang menjadi program prioritas yang diperkuat oleh ASPBAE.

Cecilia memberi referensi negara yang dinilai berhasil menerapkan pendidikan sepanjang hayat (lifelong leraning), terutama negara-negara yang memberikan perhatian kepada pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning).

 

Sumber :

http://revistas.uned.es/index.php/accionpsicologica/comment/view/520/460/121055