Semangat Ubay bin Ka’ab r.a dalam Belajar dan Mengajar Ilmu

By | September 11, 2019

Semangat Ubay bin Ka’ab r.a dalam Belajar dan Mengajar Ilmu

Ubay bin Ka’ab r.a. adalah keliru seorang kawan baik Nabi yang kondang dan pakar dalam membaca kitab suci Al-Our’an. la juga tetap menulis wahyu yang diajarkan Rasulullah saw. Di samping kemampuannya menghafal Al-Qur’an, ia juga miliki pengetahuan tentang kitab suci umat Islam tersebut.

 

Rasulullah saw. berkata tentangnya, “Ubay bin Ka’ab adalah seorang qari’ (pembaca Al-Qur’an) yang paling baik di kalangan umatku!”

Ubay bin Ka’ab r.a. pernah membaca semua Al-Qur’an dalam shalat Tahajud selama delapan malam berturut-turut.

Suatu selagi Rasulullah berkata kepadanya, “Allah SWT telah memerintahkan kepadaku supaya membacakan semua isikan Al-Qur’an kepadamu.”

Ubay r.a berkata, “Wahai Rasulullah. Adakah Allah telah menyebutku bersama memanggil namaku?”

Rasulullah saw menjawab, “Ya, benar, Allah SWT telah menyebut engkau bersama memanggil namamu.”

Jawaban Rasulullah saw. membuatnya terharu. Bayangkan saja kalau seseorang yang terlampau kita kasihi dan idamkan menyebut nama kita, sungguh kebahagiaan yang luar biasa.

Apalagi kalau yang menyebut namanya adalah Allah SWT, Dzat Mahabesar yang cinta-Nya menjadi impian tiap-tiap insan ciptaan-Nya. Betapa Allah SWT terlampau menjunjung orang yang berilmu supaya mendapat area yang teristimewa di sisi-Nya.

Ubay r.a mengisahkan, “Pernah suatu hari Rasulullah saw. mengujiku tentang pengetahuan Al-Qur’an yang saya miliki. Beliau bertanya kepadaku, ‘Wahai Ubay, ayat manakah dalam Al-Qur’an yang paling mulia?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah saw. ulangilah pertanyaan itu dan saya menjawabnya bersama penuh rendah diri.

Pada kali ketiga Rasulullah saw bertanya, selanjutnya saya menjawab, ‘Sesungguhnya ayat yang paling mulia berasal dari Al-Qur’an adalah Ayat Kursi (QS Al-Baqarah [2]: 255).’ Rasulullah saw. nampak terlampau gembira atas jawabanku itu, sesudah itu beliau bersabda, ‘Semoga Allah SWT merahmatimu gara-gara pengetahuan pengetahuan yang telah kamu miliki.'”

Pernah suatu ketika Rasulullah saw tengah mengimami shalat dan tertinggal satu ayat dalam bacaan beliau. Kemudian Ubay r.a membetulkan kesalahan selanjutnya bersama berbisik pelan di belakang beliau. Setelah selesai shalat berjemaah, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah yang telah membetulkan bacaanku?”

Rasulullah saw. diberi sadar bahwa Ubay r.a yang telah membetulkan bacaannya. Lalu, beliau berkata, “Aku telah menduga memang Ubay orangnya.”

Ubay r.a. banyak menggunakan waktunya untuk memperdalam pengetahuan agama dan mendapat tugas istimewa sebagai pencatat isikan Al-Qur’an. Dia juga ikut berjihad di semua peperangan bersama Rasulullah saw tanpa tertinggal samasekali

baca juga :