Pendidikan Karakter dan Keragaman Budaya untuk Kesejahteraan dan Perdamaian di Indonesia

By | October 13, 2019

Pendidikan Karakter dan Keragaman Budaya untuk Kesejahteraan dan Perdamaian di Indonesia

Pendidikan Karakter dan Keragaman Budaya untuk Kesejahteraan dan Perdamaian di Indonesia

Pendidikan Karakter dan Keragaman Budaya untuk Kesejahteraan dan Perdamaian di Indonesia

AFS dan Bina Antarbudaya memandang pentingnya pendidikan karakter dan pemahaman

antar budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyikapi tantangan sosial yang semakin kompleks di Indonesia.

Dalam rangka puncak perayaan 60 tahun program pertukaran pelajar AFS di Indonesia dan 31 tahun berdirinya Bina Antarbudaya, sebuah Intercultural Seminar diselenggarakan dengan tema “Indonesian Education for Prosperity and Peace” di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, Sabtu, (19/11/2016).

Saat ini dunia tengah menghadapi tantangan besar terkait toleransi dan keberagaman – seperti keberagaman budaya, agama, ketimpangan sosial, politik dan krisis ekonomi – di samping tantangan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua Dewan Pengurus Bina Antarbudaya Asmir Agoes dalam sambutannya

menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin bangsa yang dapat memberikan teladan baik, untuk dapat menjadi contoh bagi generasi muda. Korupsi yang merajalela, meningkatnya tekanan dan konflik di berbagai daerah merupakan cermin bahwa bangsa ini sedang menghadapi masalah masalah yang bersumber pada gagalnya pendidikan karakter.

“Untuk menuju bangsa yang cerdas budaya dapat dimulai lewat pendidikan karakter dan interkultural pada kalangan muda, yang merupakan generasi harapan bangsa,” katanya dalam Siaran Pers yang diterima GoRiaucom, Senin (21/11/2016).

Salah satu pendiri Bina Antarbudaya, Dr. Irid Agoes, menambahkan, untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks dewasa ini, perlu kembali fokus dan kritis melihat pendekatan pendidikan di Indonesia agar dapat mewujudkan aspirasi terbentuknya generasi yang memiliki hati nurani, nilai moral, dan prinsip, agar dapat berperan aktif dalam menjadikan dunia yang lebih baik.

Generasi ini perlu memiliki pemahaman antar budaya dan kemampuan berkomunikasi

dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sehingga kelak dapat menjadi anggota masyarakat global yang kontributif.

Hal ini sejalan dengan fungsi pendidikan nasional di Indonesia, seperti tertulis di Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Seminar satu hari ini mengangkat tema-tema diskusi seperti Diversity (Keberagaman) dan Global Citizenship (Masyarakat Global), dan Independence (Kemandirian). Hadir sebagai pembicara kunci adalah Prof. Dr. Arief Rachman, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, dan Melissa Liles, Chief Education Officer AFS International.

“Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan karakter sangat penting dilakukan sebagai bekal bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan yang akan datang di masa depan kelak. Semakin terintegrasinya dunia saat ini menuntut masyarakat Indonesia untuk mampu secara cepat dan tepat beradaptasi dengan beragam latar belakang budaya – dengan kata lain, memiliki kecerdasan budaya,” jelas Prof. Dr. Arief Rachman.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/vd03J1cq72T