Peran Naufal Prakoso, di Balik Aplikasi FoodOn Reservation

By | October 8, 2019

Peran Naufal Prakoso, di Balik Aplikasi FoodOn Reservation

Peran Naufal Prakoso, di Balik Aplikasi FoodOn Reservation

Peran Naufal Prakoso, di Balik Aplikasi FoodOn Reservation

Nama Naufal Prakoso, tidak begitu asing di kalangan kampus Universitas Bina Nusantara

(Binus), Jakarta. Pria berusia 20 tahun ini merupakan Lead Developer Student Clubs (DSC).

Naufal bersama dengan temannya dari Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) mengembangkan aplikasi pesan makanan FoodOn Reservation yang dapat digunakan di kantin seluruh universitas nantinya.

FoodOn Reservation ini sebuah aplikasi pemesanan makanan melalui tiga proses utama. Pemesanan, pembuatan, dan pengambilan makanan. Aplikasi tersebut dimulai pada September 2018 silam.

“Aplikasi ini berawal dari ide lima teman saya yang ada di Universitas Prasetiya Mulya.

Mereka ingin mengembangkan aplikasi FoodOn dalam rangka memenuhi pelajaran Business Creation dan Business Development,” jelasnya.

Aplikasi ini juga dikembangkan bersama dua temannya, yaitu Ando dan Aldo sebagai pengembang awal serta dengan empat mahasiswa Prasmul, pemilik ide dari aplikasi ini. Mereka yaitu Peter, Anthony, Stella, dan Hans.

FoodOn Reservation juga menjadi solusi dalam pengelolaan pemesanan makanan

yang menumpuk secara bersamaan saat jam istirahat. Aplikasi ini membantu pihak restoran untuk menjual makanan yang belum habis terjual melalui pemberian informasi potongan harga di website FoodOn. Sehingga, Naufal berujar, restoran akan mampu meminimalisir kerugian serta makanan yang terbuang.

Saat ini aplikasi FoodOn Reservation baru digunakan di area kampus Universitas Prasetiya Mulya dan The Breeze. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan di kampus-kampus lain.

“Beberapa kampus dan perkantoran sudah ada yang tertarik, tapi kami masih menyiapkan sistem dan development baru,” urainya.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/01/03/sejarah-berdirinya-candi-borobudur/