PEMELIHARAAN MESIN-MESIN KANTOR

By | November 13, 2019

PEMELIHARAAN MESIN-MESIN KANTOR

PEMELIHARAAN MESIN-MESIN KANTOR

PEMELIHARAAN MESIN-MESIN KANTOR

Didalam penggunaan, mesin kantor harus dipelihara dengan baik agar dapat di pergunakan secara maksimal dalam kondisi yang memuaskan. Yang dimaksud pemeliharaan disini ialah pemeliharaan terhadap harta benda baik yang bergerak, dalam usaha untuk mempertahankan kondisi yang baik atau harta benda tersebut dalam pemakaian atau pemanfaatan, sehingga diperoleh hasil sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu. Biasanya ada buku petunjuk dari mesin-mesin tersebut yang memberikan pencegahan agar tidak terlalu cepat terjadi kerusakan pada mesin seperti cara penggunaan yang baik atau sebagainya. Namun tidak ada salahnya dibuat jadwal pemeliharaan rutin.

Oleh sebab itu perlu jadwal waktu sebaik-baiknya untuk diadakan service/perbaikan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan penggunaan mesin-mesin kantor, pemeliharaan perawatan terhadap perlengkapan materil dengan tujuan agar perlengkapan itu dapat lebih awet (mengurangi kecepatan rusak). Pemeliharaan ini lebih di tekankan pada pencegahan sebelum terlanjur rusak, dengan pertimbangan biaya yang lebih ringan.

Pemeliharaan atau barang-barang tidak bergerak relatif lebih mudah terhadap barang-barang yang bergerak, baik bergerak ditempat (mesin-mesin) maupun bergerak menempuh suatu jarak (kendaraan).

Apabila jenis barang yang bergerak lebih banyak daripada barang yang tidak bergerak, maka di dalam pemeliharaan lebih banyak jenis keahlian yang terlibat didalamnya. Bukan hanya jenis-jenis barang atau keahlian saja yang banyak pada barang bergerak ini tetap juga frekuensi pemeliharaan terhadap barang tetap. Hal ini berpengaruh terhadap usaha-usaha yang efesien mengenai pemeliharaannya artinya dalam hal pemeliharaan barang-barang yang bergerak lebih meminta perhatian yang sungguh-sungguh supaya efesien. Apakah dalam pemeliharaan ini terdapat juga pemborosan, sehingga diperlukan usaha-usaha untuk penghematan? Jawabnya adalah ya, seperti halnya dalam pekerjaan persuratan, disinipun terdapat pemborosan. Pemborosan dalam hal ini tiada terpakainya suatu peralatan, sehingga jauh dari hasil yang dapat dicapai dalam waktu tertentu.

Beberapa kelemahan atau perbuatan yang menimbulkan pemborosan, dalam pemeliharaan atau pemakaian barang dapat disebutkan antara lain:

  1. Kelengahan penanganan bahan atau alat-alat dalam proses produksi.
  2. Kegagalan dalam perlindungan barang terhadap udara,panas,debu, cairan tajam dll.
  3. Pemuatan yang berlebih, pada alat angkutan yang menyebabkan cepatnya kerusakan.
  4. Pemakaian barang berlebih, dan kelebihan itu tidak dikembalikan ke gudang.
  5. Cara penggunaan atau pengoperasian mesin atau alat yang tidak tepat.
  6. Pemakaian yang kasar atas alat-alat.
  7. Kesalahan dalam batas kecepatan atau kemampuan.
  8. Kehilangan atas alat-alat kecil.
  9. Pemakaian barang atau mesin tidak sesuai dengan tujuannya.
  10. Keteledoran terhadap perbaikan kecil yang dapat dilakukan sendiri oleh operator.
  11. Kelambatan dalam sistem laporan jika terjadi kerusakan pada mesin.
  12. Kelalaian pengurusan atau barang/mesin yang tidak dalam pemakaian.
  13. Penghapusan barang sebelum waktunya.

2.5 PERBAIKAN MESIN-MESIN KANTOR

            Didalam penggunaan mesin-mesin kantor harus dipelihara dengan baik agar dapat di gunakan secara maksimal dalam kondisi yang memuaskan. Oleh karena itu disusun jadwal kerja untuk service atau perbaikan dalam rangka memelihara dan meningkatkan pengguna mesin kantor. Ada bebarapa  faktor yang perlu di perhatikan dalam rangka perbaikan mesin-mesin kantor:

  1. Reparasi

Yaitu perbaikan terhadap perlengkapan materil, agar dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya.

  1. Peningkatan

Yaitu mengusahakan perlengkapan materil pada kondisi yang lebih baik lagi sehingga umurnya dan nilainya juga bertambah.

  1. Penggantian

Yaitu mengganti perlengkapan yang telah ada dengan perlengkapan lain yang lebih cocok atau baru.

  1. Penambahan

Yaitu jumlah perlengkapan yang fungsinya sama sehingga nilai total dari perlengkapan yang sejenis itu bertambah.

2.6 Mesin Ketik

            Mesin tik adalah mesin yang pertama di gunakan untuk mencetak kata (Eyre,1989:hal 91)

  1. Mesin ketik manual

Mesin ketik manual merupakan mesin ketik pertama yang digunakan dalam kegiatan perkantoran. Mesin ini tidak memerlukan listrik.

Cara menggunakan mesin tik manual adalah sebagai berikut:

Masukkan selembar kertas kosong yang akan di ketik kedalam mesin tik melalui rol/gandaran lalu putar tombol rol/gandaran yang letaknya ada pada sebelah kanan dan kiri rol/gandaran hingga kertas masuk. Perawatan alat ini cukup membersihkan balok huruf dan angka yang terbuat dari baja yang tersusun rapi seperempat lingkaran. Juga memberikan pelumas pada sendi-sendi balok huruf agar ketikan tuts di tekan tidak menimbulkan kemacetan akibat karat (Eyre E.C,1989).

Pada waktu ini oleh IBM (International Business Machine Corporation) telah dibuat mesin ketik yang sangat modern, mesin ini dilengkapi dengan alat pembaca elektronik dan dipergunakan khusus untuk pekerjaan tik yang banyak memakai tabulator.

Seperti kita ketahui, pada perusahaan-perusahaan besar seringkali dibuat beribu-ribu daftar angka-angka yang berkolom, untuk mengetik daftar-daftar bilangan atau statistik para juru tik akan terus menerus menggunakan tabulator. Dengan adanya mesin tik modern baru itu, para juru tik sekarang tidak lagi memukul tabulator. Formulir-formulir yang akan diketik cukup digaris-garis tegak lurus dengan tinta istimewa yang mengalirkan gerakan elektronis, sehingga mesin ketik dapat mengerjakan tabulator secara otomatis. Mesin tik model ini dapat di gunakan untuk segala macam pekerjaan tik biasa, dan cara menggunakannya tidak begitu sukar.

  1. Mesin Ketik Elektronik

Mesin tik elektronik adalah mesin letik yang cara kerjanya digerakkan dengan mempergunakan tenaga listrik. Mesin tik elektronik memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Tenaga penggeraknya menggunakan tenaga listrik.
  2. Komponen dan cara kerjanya mekanis.
  3. Tuts-tutsnya seperti yang terdapat pada mesin tik manual ditambah saklar (on-off switch).

Cara menggunakan mesin tik elektronik adalah sebagai berikut:

Pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan mesin tik manual, perbedaannya terletak pada sistem pekerjaannya saja. Karena tenaga yang digunakan adalah tenaga dari aliran listrik, maka mesi ini kita hubungkan dengan aliran listrik melalui stop kontak dan voltase nya harus disesuaikan dengan aliran listrik rumah atau kantor. Setelah mesin menyala, kita masukkan selembar kertas dan mulailah kita mengetik. Namun, kita harus tahu bahwa tulisan yang kita ketik tidak langsung tercetak pada kertas, melainkan tersimpan terlebih dahulu dalam memori mesin tersebut, bila kita telah yakin untuk di cetak di atas kertas cukup tekan tombol enter maka akan mencetak tulisan yang ada pada memori ke atas kertas.

Sumber : https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=fea7d7eb-78f2-411d-9cec-d231c971950a