Sekolah Marie Joseph Menyulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

By | November 25, 2019

Sekolah Marie Joseph Menyulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Sekolah Marie Joseph Menyulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Sekolah Marie Joseph Menyulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Sekolah Marie Joseph, Kelapa Gading, tak hanya menyelamatkan lingkungan dari sampah kertas

dan plastik. Tetapi barang-barang bekas di sekitar lingkungan sekolah,  mampu mereka olah  menjadi karya kreasi yang bernilai jual tinggi.

Ajang karya penyelamatan lingkungan  ini, dipersembahkan oleh siswa siswi Sekolah Marie Joseph, dalam rangka memperingati hari jadi Sekolah Marie Joseph ke 15 dengan tema: Marie Joseph Art, Science and Technology Festival.

Berliana Laurita, salah satu guru SMA, saat pembukaan acara pada Jumat, (14/12/2018), mengatakan, Marie Joseph Art, Science and Technology Festival, merupakan  pameran integrasi karya seni, sains dan teknologi yang dikemas secara menarik dengan konsep tema “Glow In The Dark”.

“Acara ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat luas secara GRATIS

, mulai tanggal 14 Desember 2018 – 12 Januari 2019, setiap hari dari pukul 10.00 – 20.00,”ujar Berliana Laurita.

Pada saat pembukaan,  Marie Joseph Art, Science and Technology Festival dihadiri juga oleh pewakilan staff Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Kepala pengembangan perfilman , Drs. DR. Maman Wijaja, perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, perwakilan dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara.

Berliana Laurita memaparkan, bahwa festival tersebut diatas akan memberikan beberapa pengalaman menarik bagi pengunjung yaitu berupa:

  • Pengajaran daur ulang dimana banyak instalasi seni yang merupakan kreasi siswa siswi Marie Joseph yang dibuat dari botol plastik, kardus dan kantong plastic bekas. Seluruh materi daur ulang merupakan dukungan yang diberikan oleh Badan Misi Pelestarian Lingkungan Yayasan Budha Tzu Chi dalam usaha mendukung pelestarian lingkungan
  • Tema daur ulang juga dilakukan dalam kreasi instalasi seni yang dilakukan oleh seniman kayu ternama Erwinn Firmansyah, dimana beliau menggunakan kayu sisa dari pengerjaan industri furniture dan mengubahnya menjadi suatu karya seni yang sangat menarik dan memberikan inspirasi, dimana sampah dapat berubah menjadi emas
  • Pembelajaran teknologi melalui aplikasi robotik yang akan dibentuk dalam Workshop dan demonstrasi Robotic oleh Lego Education dan Apple Education – Story
  • Apresiasi musik melalui Silent Disco yang didukung oleh PioneerDJ yang diharapkan akan memberikan nuansa baru dalam apresiasi terhadap music kreatif
  • Menelaah cara pengajaran baru dimana “active and fun learning” melalui teknologi diharapkan dapat memperlihatkan potensi cara pengajaran yang lebih berinteraksi. Kelas masa depan ini dipersembahkan oleh Datascript Bersama Wacom dan BenQ
  • Adaptasi “cashless school” dimana semua akses dan transaksi selama festival berlangsung akan menggunakan electronic money yang didukung oleh Flazz dan Sakuku BCA

“Seluruh rangkaian acara tersebut diatas juga akan menjadi wadah penggalangan donasi

bagi saudara saudara kita yang kurang mampu, dimana setiap hari Sekolah Marie Joseph akan mengundang anak anak yatim piatu dari yayasan-yayasan di Jakarta. Diharapkan bahwa acara ini dapat membuka wawasan dan juga harapan bagi anak anak tersebut dikemudian hari,”ujar Berliana Laurita.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/14