Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah

By | December 19, 2019

Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah

Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah

Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah

Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan pembahasan khilafah tidak lag

i masuk dalam mata pelajaran Fikih, tapi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 tahun 2019 tentang Pedoman Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah dan KMA No 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Sebelumnya, pedoman kurikulum madrasah, PAI, dan Bahasa Arab mengacu pada KMA

Nomor 165 Tahun 2014. “Materi khilafah ke depan, bukan lagi pada mata pelajaran Fikih, tapi SKI,” kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar di Jakarta, Senin 9 Desember 2019 dikutip dari kemenag.go.id. (Baca juga: PKS Soroti Keputusan Menag soal Revisi Materi Khilafah dan Jihad)

Baca Juga:

Zonasi Dibuat Lebih Fleksibel, Kemendikbud Tambah Kuota Jalur Prestasi
BPIP Gandeng Kementerian Tumbuhkan Pancasila lewat Permainan Tradisional

Menurut Umar, sebagai bagian mata pelajaran SKI, khilafah disampaikan dalam konteks sejarah kebudayaan yang lebih menitikberatkan pembangunan peradaban, sejak zaman Nabi, Khulafarurrasyidin, Daulah Umayyah, Abasiyah, hingga Turki Usmani. Termasuk juga perkembangan Islam modern serta relasinya dengan kepemimpinan bangsa dan negara.

“Pelajaran khilafah diorientasikan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada peserta didik tentang keragaman sistem pemerintahan dalam sejarah Islam hingga era negara bangsa,” tuturnya.

Selain khilafah, penyesuaian juga dilakukan dalam materi pelajaran tentang jihad

. Materi ini tidak semata membahas perkembangan perjuangan Islam sejak zaman Nabi, Khulafaurrosidin, sampai ulama, tapi juga tentang dinamika jihad kontemporer. Misalnya, mencerdasakan kehidupan bangsa, membangun peradaban, pembaharuan pemikiran.

“Pembahasan jihad bukan semata soal perang, tetapi juga tentang daya juang yang tingggi dalam setiap perjuangan peradaban,” tuturnya.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/smart-launcher/