Menag: Santri Indonesia Bisa Berperan dalam Perdamaian Dunia

By | December 1, 2019

Menag: Santri Indonesia Bisa Berperan dalam Perdamaian Dunia

Menag Santri Indonesia Bisa Berperan dalam Perdamaian Dunia

Menag Santri Indonesia Bisa Berperan dalam Perdamaian Dunia

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyebutkan, ada dua hal

yang bisa diberikan oleh santri untuk dunia internasional.
Berita Terkait
Sejumlah Tokoh dan Pesantren Raih Santri of The Year 2019
Santri of The Year 2019 | Plt Dirjen PPU Kemendagri Sebut Santri Tiang Negara
Forum Santri Indonesia Mau Gelar Acara di Asrama Haji

Hal itu diungkapkannya saat membuka Muktamar Pemikiran Santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Sabtu (28/9/2019).

Menurutnya, sudah saatnya santri Indonesia memberi sumbangsih untuk perdamaian dunia. Namun, sebelum itu, harus digali dulu apa peran santri yang bisa disumbangkan untuk perdamaian dunia. Apa khas khazanah keilmuan pesantren yang bisa diberikan ke dunia.

“Ada dua hal yang bisa disumbang santri untuk dunia. Pertama,

pesantren terkenal dengan kemampuan menerima kebudayaan dan tradisi yang lebih dulu ada di masyarakat,” jelasnya.

Keahlian pesantren dalam mengelola budaya lokal yang beragam ini mampu dikelola dengan bijaksana.

Ajaran ini sudah dimulai sejak masa Walisongo. Dengan dakwah kreatif, Walisongo berhasil meng-Islam-kan hampir seluruh tanah Jawa.

“Pesantren bisa bertahan dalam berbagai kondisi budaya, ini hebat. Bisa ditawarkan ke dunia,” ujar putra KH Saifuddin Zuhri ini.

Kedua, hal yang mungkin juga bisa disumbang ke dunia adalah kecintaan para santri kepada tanah airnya.

Bahkan sebagian santri mengatakan keimanan seseorang diukur

dengan kecintaan pada tanah air.

“Ini jika ingin disumbangkan ke dunia maka perlu dikuatkan dengan dalil naqli dan akademis,” ujarnya.

Menurut Lukman, pesantren memiliki sejarah panjang di Indonesia, salah satunya lewat budaya.

Oleh karenanya, ia bersyukur DPR RI beberapa waktu lalu telah mengesahkan RUU Pesantren. Ada beberapa manfaat dari disahkan RUU Pesantren menjadi Undang-Undang.

Pertama, pesantren selama ini dianggap lembaga pendidikan Islam saja, sebenarnya pesantren bukan hanya itu saja.

Pondok pesantren juga mengembangkan fungsi sebagai lembaga dakwah menebarkan ajaran Islam; menebarkan kasih sayang dan kedamaian.

 

Sumber :

https://mybelmont.belmontcollege.edu/ICS/Academics/ADN/ADN__2140C/2018_SG-ADN__2140C-02A/Blog_4.jnz?portlet=Blog_4&screen=View+Post&screenType=next&Id=eeb2f7bb-92d1-4ecb-840f-b9301671d4f7