STOP MEMBERSIHKAN TELINGA PAKAI COTTON BUD KALAU NGGAK MAU CEDERA

By | January 21, 2020

STOP MEMBERSIHKAN TELINGA PAKAI COTTON BUD KALAU NGGAK MAU CEDERA

Nikmatnya bersihkan telinga bersama pemberian cotton bud disebut-sebut berbahaya. Loh, loh, kok dapat gitu?!

Selain nonton TV sambil tiduran dan tidur sepanjang hari tanpa ada tanggungan kerjaan, perihal paling nikmat di dunia adalah bersihkan telinga pakai cotton bud yang udah dilapisi bersama baby oil. Entah ada keajaiban apa, tetapi aktivitas yang satu ini merupakan perihal yang mengundang candu dan mengundang sensasi tersendiri~

Tapi, seutuhnya berakhir pas negara api menyerang banyak sumber mengatakan bahwa bersihkan telinga pakai cotton bud adalah perihal yang tidak disarankan.

*insert suara teriakan terkejut*

Membersihkan telinga, bagi orang-orang pecinta cotton bud macam saya, jadi perihal yang dilematis. Kalau tanpa alat kejayaan yang satu itu, tetap kami harus pakai apa, dong??? Lagian, kenapa sih cotton bud nggak boleh dipakai??? Apa keliru dan dosa cotton bud coba???

Sebelum kami menjawab rahasia yang dapat ditimbulkan dari bahaya cotton bud, harus kami ketahui pula bahwa ada pendapat yang memperlihatkan bahwa telinga bukanlah bagian tubuh yang harus dibersihkan sebab ia udah punyai mekanisme bersihkan diri sendiri. Apalagi, kebiasaan mengorek liang telinga memang justru berisiko mendorong kotoran masuk ke dalam liang.

Tapi, pasti saja, pendapat ini tak seutuhnya cocok bersama seluruh orang. Ada sebagian orang yang jadi bahwa kotoran yang tidak dibersihkan justru akan menyumbat di liang telinga dan mengakibatkan gangguan pendengaran, jikalau ada rasa tertekan, penurunan ambang dengar, sampai rasa berdenging.

Naaaah, bagi orang-orang macam ini, lebih-lebih yang terhitung sama-sama mencintai cotton bud kayak saya, petunjuk untuk tidak digunakannya cotton bud dalam bersihkan telinga paham mengundang pertanyaan lain:

Terus kami harus gimana, Malih???

Pertama-tama, mari kami pahami bersama: petunjuk untuk tidak pakai cotton bud tidaklah berkunjung tiba-tiba.

Seperti dikutip dari Tirto.id, sebuah publikasi berjudul The Journal of Pediatrics pernah melaporkan bahwa ribuan anak di Amerika Serikat dilarikan ke rumah sakit tiap tiap tahunnya sebab mengalami cedera telinga akibat pemakaian cotton bud.

[!!!!!!!1111!!!!1!!!!!!11!!!]

Seluruh cedera telinga yang terjadi di rumah mencapai angka sampai 99,4 persen, terhitung disebabkan oleh kebiasaan bersihkan telinga pakai cotton bud. Bahkan, secara keseluruhan, cedera telinga model ini mencapai angka 73,2 % di seluruh Amerika Serikat.

Selain sebab “kotoran dapat terdorong ke gendang telinga”, alasan setelah itu soal bahaya cotton bud adalah sebab ada risiko terbentur yang akan mengakibatkan kami hilang kendali tepat ulang ngorek-ngorek telinga sampai terjadi suatu hal yang mengerikan pada gendang telinga dan cotton bud.

Kalau memang seberbahaya itu, lantas apa yang harus kami melaksanakan kecuali telinga jadi penuh kotoran?

Tanpa pakai cotton bud, setidaknya ada sebagian perihal yang dapat kami lakukan, misalnya:

1. pakai obat tetes telinga yang dapat melunakkan gumpalan kotoran telinga sampai dapat terlihat bersama sendirinya sehabis dua-tiga hari lantas bersama cara meneteskan air hangat ke dalam saluran telinga,

2. tidak mengandalkan ear candle sebab punyai risiko cedera telinga berbentuk rasa terbakar dan tersumbatnya saluran telinga,

3. pergi ke dokter yang kebanyakan punyai alat sedot (suction) atau irigasi telinga, dengan sebutan lain pengaliran air bertekanan untuk mengeluarkan kotoran, atau

4. pakai obat layaknya peroksida karbamida yang penggunaannya harus cocok petunjuk dokter sehingga tidak mengakibatkan iritasi gendang telinga.

Jadi, Saudara-saudara, sudahlah—sepertinya kami memang tidak harus sangat mati-matian membela cotton bud dalam perihal bersihkan telinga. Kadang-kadang, perihal yang tampaknya menggembirakan memang belum pasti jadi perihal terbaik, lahir dan batin

Baca Juga :