Dampak Buruk Kecanduan Bermain Game pada Anak

By | February 3, 2020

Dampak Buruk Kecanduan Bermain Game pada Anak

Dampak Buruk Kecanduan Bermain Game pada Anak

Dampak Buruk Kecanduan Bermain Game pada Anak

Game atau video game, merupakan salah satu hiburan yang digemari banyak orang.

Saat ini, cukup banyak orang yang menghabiskan waktu luangnya dengan bermain game, khusunya game online (daring).

Pria maupun wanita, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, sering merasa senang dan terhibur saat bermain game, baik melalui komputer, laptop, atau ponsel.
Tidak sedikit anak-anak dan remaja kecanduan bermain game, atau bermain game dalam waktu lama secara terus menerus, akhirnya mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game daripada melakukan kegiatan positif lainnya, seperti belajar dan bermain atau bersosialisasi bersama teman-teman.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa dampak negatif yang disebabkan kecanduan bermain game pada anak-anak dan remaja, sangat serius.

Terdapat pernyataan bahwa bermain game memiliki dampak positif,

seperti dapat membantu mengurangi stres, merasa terhibur, mendapatkan teman baru, membantu membuat keputusan lebih cepat, atau bahkan membantu meningkatkan keterampilan bahasa asing.

Menurut pendapat tersebut, bermain game juga bisa memberikan efek positif bagi anak atau remaja,

yakni ketangkasan strategi, kecepatan reaksi, dan mengasah kreativitas. Anak juga jadi mengikuti perkembangan teknologi, yaitu gawai dan internet. Anak juga jadi luwes berkomunikasi dengan sesamanya, bahkan lintas negara.
Namun, anak-anak dan remaja yang kecanduan bermain game atau bermain game terus-menerus dalam waktu yang lama tanpa ada jeda sama sekali, ternyata memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologis.
Alasan pertama, mengapa anak-anak dan remaja tidak boleh terus-menerus bermain game adalah karena dapat membuat mereka kurang banyak bergerak, sehingga lama kelamaan kemampuan motorik anak atau remaja akan menurun, akibatnya pertumbuhan badannya jadi tidak maksimal dan berisiko mengalami obesitas.

 

Baca Juga :