Keuntungan dan Resiko Obligasi

By | April 14, 2020

Keuntungan dan Resiko Obligasi

Keuntungan dan Resiko Obligasi

Keuntungan dan Resiko Obligasi

Sebagai sebuah instrument investasi, obligasi menawarkan beberapa keuntungan menarik antara lain:
1. Memberikan Pendapatan Tetap (fixed income) berupa kupon. Hal ini merupakan ciri utama obligasi, dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan berupa bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi, umumnya lebih tinggi dari pada bunga yang diberikan deposito atau SBI.
2. Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain). Disamping penghasilan kupon, pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika ia menjual lebih tinggi dibanding dengan harga belinya maka tentu saja pemegang obligasi tersebut mendapatkan selisih yang disebut dengan capital gain. Jual beli obligasi dapat dilakulan dipasar sekunder melalui para dealer atau pialang obligasi. Jual beli obligasi berbeda dengan jual beli saham. Jika jual beli saham dinyatakan dengan nilai rupiah misalnya saham A dijual seharga Rp 3.000 per saham, maka jual beli obligasi dinyatakan dalam bentuk prosentase atas harga pokok obligasi.
Meskipun termasuk surat berharga dengan tingkat resiko yang relative rendah, namun obligasi tetap mengandung beberapa resiko, antara lain :
1. Resiko perusahaan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun resiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Ketidak mampuan perusahaan dalam membayar kewajiban dikenal dengan istilah default. Walaupun jarang terjadi, namun dapat saja suatu ketika penerbit obligasi tidak mampu membayar baik bunga maupun pokok obligasi.
2. Resiko Tingkat Suku Bunga (interest rate risk). Pergerakan harga obligasi sangat ditentukan pergerakan tingkat suku bunga. Pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga; artinya jika suku bunga turun maka harga obligasi akan turun, sebaliknya dika suku bunga turun maka harga obligasi akan naik. Investor obligasi harus jeli memperkirakan tingkat suku bunga sedemikian hingga ia dapat memperkirakan apakah terus memegang suku bunga obligasi, pembeli obligasi baru atau penjual obligasi yang dipegang saat ini. Perdagangan sangat dipengaruhi tingkat suku bunga. Jika tingkat suku bunga mengalami kenaikan, maka nilai oblgasi menjadi turun, yang berarti obligasi akan dijual dengan diskon atau dijual lebih murah.

Sumber : https://poptype.co/tuponur/war-of-nations-pvp-apk