Orientasi Pengembangan Obyek

By | April 13, 2020
  • Orientasi Pengembangan Obyek

Pengembangan daerah tujuan wisata (DTW) berarti juga akan mengembangkan obyek-byek wisata, karena obyek wisata merupakan bagian dari tujuan wisata.disamping itu kebijaksanaan dinas pariwisata menjadi arahan kebijaksanaan di daerah Yaitu :

Orientasi Pengembangan Obyek

  • Menggencarkan promosi pariwisata dari luar negeri dan yang menuju obyek wisata.
  • Meningkatkan mata pelayanaan dan mata produksi wisata.
  • Menggambarkan kawasan-kawasan pariwisata untuk memajukan daerah lokasi yang potensial.
  • Menggalakkan berbagai obyek wisata terutama Di Indonesia ¬† Bagian Timur baik wisata bahari maupun wisata alam.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepariwisataan.
  • Membudayakan sadar wisata.
  • Kriteria Pengembangan Kawasan Pariwisata.

Study pengembangan obyek pariwisata diawali dengan pemikiran mengenai landasan, pengembangan kawasan tersebut baik ditinjau dari peran kegiatan pariwisata sebagai salah satu sector pembangunan wilayah maupun fungsi kawasan tersebut dalam kaitannya dengan wialayah pengembangan sekitarnya.

Untuk mewujudkan gagasan pengembangan tersebut dapat terlaksana dengan baik, selanjutnya memerlukan suatu kerja sama pengadaan sarana pariwisata ini dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan memperhatikan sumber daya yang ada serta kemampuan developer.

Citra pegembangan obyek pariwisata digali dari potensi sumber daya yang ada dan menciptakan atraksi menarik sesuai dengan system social dan nilai masyarakat setempat.

  • Pemanfaatan Sumber Daya Alam.
  • Penanganan Masalah Dampak Lingkungan.
  • Pertimbangan Ekonomi Tata Ruang.
  • Organisasi Dan Struktur Tata Ruang.
  • Sistem Transportasi Dan Media Pelayanan.

Adapun Kriteria dasar yang mempunyai syarat kelayakan lokasi kegiatan pariwisata dalam hubungannya dengan para pelaku yang memanfaatkan kegiatan tersebut, antara lain meliputi:

  1. Syarat tata ruang dan konstruksi
  2. Syarat orientasi terhadap cahaya matahari, cuaca, pemandangan alam dan lain sebagainya.
  3. Syarat kemudahan pencapaian obyek wisata, pusat pelayanan umum, hubungan antara unsur kegiatan, fasilitas transportasi.
  4. Syarat keindahan dalam memberikan ekspresi dan ketenangan kawasan, memanfaatkan lingkungan yang berorientasi pada pemandangan alam.
  5. Syarat lingkungan yang serasi

Kegiatan pariwisata cenderung merusak kelestarian lingkungan alam dan budaya setempat, oleh karenanya perlu dijaga agar terhindar dari dampak negative dengan pengawasan dan pengendalian yang ketat, memperhatiakn dan mencerminkan cirri budaya setempat yang khas.

  • Kebijakan Pemerintah Tentang Kepariwisataan.

Undang-undang peraturan pemerintah

Mengingat pariwisata Indonesia kini berkembang dengan pesat dan perolehan devisa semakin bertambah karenanya sebagai kebijaksanaan pembangunaan 5 tahun ke- VI disektor pariwisata ini Majelis Permusyarwatan Rakyat (MPR ), dengan ketetapan NO. II/ MPR/ 1993. mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) bab IV merumuskan bahwa, pembangunan kepariwisataan diarahkan pada peningkatan pariwisaa menjadi sector andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sector lain yang terkait, sehingga lapangan kerja pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, dan pendapatan Negara serta peningkatan peneriamaan devisa Negara melalui upaya pengembangan dan pendaya gunaan berbagai potensi kepariwisataan nasioanal.(Pendit, N, S. 1994 : 11).

Sebagai antispasi perkembangan dunia pariwisata yang telah mengglobal sifatnya, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No. 9. tahun 1996 tentang kepariwisataan, dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.
  • Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan pariwisata.
  • Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungandengan wisata,termasuk pengusaha obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dibidang tersebut.
  • Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.
  • Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelengarakan jasa pariwisata atau menyediakan, mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata, dan usaha lain yang terkait dibidang tersebut.

baca juga :