Pengertian Ascomycota

By | April 20, 2020

Pengertian Ascomycota

Pengertian Ascomycota

Ascomycota adalah

kelompok jamur yang terbesar, ada yang hidup saprofit dan ada juga yang parasit. Ciri-ciri umum Ascomycota adalah sebagai berikut:

  1. Tubuh ada yang uniselluler dan ada yang multiselluler.
  2. Memiliki hifa yang bersekat-sekat dan berinti banyak.
  3. Hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan Lichenes.

Hifa adalah suatu struktur fungi berbentuk lubang menyerupai seuntai benang panjangyang terbentuk dari pertumbuhan spora atau konidia (Gandjar, 2006). Selain itu, terdapatt jenis jamur yang mempunyai hifa berlubang sehingga protoplasma dan inti sel dapat mengalir dari satu sel ke sel yang lainnya. Struktur tubuh jamur dari golongan Ascomycota ada yang multiselluler dan ada yang uni selluler seperti pada ragi (Wahyuni, 2010).

Hifa Ascomycota umumnya tegak tegak pada miselium yang ada dipermukaan substrat yang disebut hifa fertil, karena berperan untuk reproduksi. Hifa fertil dapat berupa sporangiofor atau konidiofor atau korpus dengan tujuan agar penyebaran sel reproduksi yang dibawanya berlangsung lebih mudah. Hifa-hifa yang sudah terjalin menjadi suatu jaringan miselium yang makin lama makin tebal akan membentuk suatu koloniyang dapat dilihat secara kasat mata (Gandjar, 2006).


Hifa yang berseptum dan memiliki satu inti disebut hifa monositik, sedangkan hifa yang tidak berseptum sehingga memiliki banyak inti disebut hifa senositik. Fungi yang hifanya tidak berseptum baru membuat septum apabila fungi tersebut akan membentuk suatu struktur yang akan dilepas dari tubuh utama atau apabila fungi terpaksa membuat struktur tertentu untuk melindungi dirinya terhadap keadaan yang kurang menguntungkan, misalnya dengan membentuk klamidospora (Gandjar, 2006).


Dinding sel Ascomycota memberikan bentuk kepada sel dan melindungi isi sel dari lingkungan. Meskipun kokoh, dinding sel tetap bersifat permiabel untuk nutrien-nutrien yang dibutuhkan bagi kehidupan fungi. Komponen penting dinding sel sebagian besar adalah kitin (Gandjar, 2006).


Septum adalah suatu sekat yang membagi hifa menjadi kompartemen. Meskipun demikian protoplasma sel masih saling berhubungan karena septum tersebut memiliki lubang-lubang. Septum pada Ascomycota mengalai suatu pembengkakan disekeliling pori septum membentuk seperti cincin besar. Ukuran pori septa berkisar 50-500nm yang berfungsi sebagai transfer sitoplasma dan nutrisi antar septa, sehingga mempercepat pertumbuhan hifa muda. Beberapa jenis Ascomycota mempunyai Woronin body yang tersusun atas protein, berfungsi menutup pori dan menjaga sitoplasma apabila terdapat jaringan yang rusak.


Sumber: https://www.slimmingcapsule.co.id/witches-legacy-apk/