Struktur dan Fungsi Tubuh Arthropoda

By | April 20, 2020

Struktur dan Fungsi Tubuh Arthropoda

Struktur dan Fungsi Tubuh Arthropoda

  • Alat indra pada hewan arthropoda berkembang dengan baik seperti indra penglihatan, penciuman, antena untuk peraba dan penciuman, sebagian besar terletak dibagian anterior tubuh.
  • Sistem peredaran darah terbuka, darah berupa hemolimphe dan mempunyai jantung pembuluh.
  • Sistem respirasi arthropoda yang hidup di air dengan menggunakan insang, dan permukaan tubuh, sedangkan yang hidup di darat menggunakan sistem trakea dan paru-paru buku.
  • Sistem ekskresi dengan menggunakan pembuluh Malpighi atau kelenjar hijau. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus.
  • Sistem syarafnya tangga tali. Terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari.

Arthropoda sudah memiliki

sistem pencernaan makanan yang sempurna, seperti mu­lut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Makanan mengalami pencernaan secara mekanis dan secara kimia. Pencernaan berlangsung di luar sel (ekstra seluler). Beberapa jenis hewan mengsekresikan enzim hidrolisis ke dalam tubuh mangsa untuk menimbulkan pencernaan partial sebelum makanan itu dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya labah­labah dengan menusukkan alat sengat dan memancarkan cairan pencernaan dari kelen­jar bisa.


Sistem peredaran darah Arthropoda meliputi jantung dan arteri, sedangkan vena (pembuluh balik) tidak ada. Peredaran darah Arthropoda adaiah peredaran darah terbuka. Darah kembali ke jantung melalui rongga-rongga tubuh (hemocoel).


Sistem saraf memanjang sepanjang tubuh. Setiap ruas dilengkapi dengan ganglion. Ganglion-ganglion tersebut terletak di bawah saluran pencernaan makanan, kecuali gang­lion otak (supraesopangeal). Setiap ganglion mengadakan percabangan-percabangan. Urutan ganglion-ganglion itu adalah mulai dari ganglion otak (supraesopangeal), ganglion bawah kerongkongan (subesopangeal) sampai ganglion ruas-ruas tubuh. Ganglion-gang­lion tersebut dihubungkan oieh benang saraf sehingga membentuk seperti tangga, karenanya sistem saraf ini disebut sistem saraf tangga tali.


Pernapasan dengan insang bagi yang tinggal di air. sedangkan tracheae dan paru­paru buku bagi yang tinggal di darat. Pertukaran udara juga dapat dilakukan melalui per­mukaan tubuh. Susunan ototnya kompleks, hal ini penting untuk mengadakan gerakan. Alat pengeluaran atau ekskresi adalah buluh Malphigi dan kelenjar hijau atau nepridium.


Jika hewan-hewan itu sempat diamati perkembangan hidupnya, akan ditemukan ciri lain, yaitu kebanyakan hewan ini mengalami pengelupasan kulit (ekdisis). Dengan melepaskan rangka yang lama dan menggantinya dengan rangka baru yang lebih besar memungkinkan hewan tersebut menjadi lebih besar.


Sumber: https://www.thorhammer.co.id/cube-survival-story-apk/