BANDARA SOEKARNO – HATTA

By | May 7, 2020

BANDARA SOEKARNO – HATTA

BANDARA SOEKARNO – HATTA

Siapa yang tidak tahu dengan bandara ini, bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara yang kerap disebut sebagai Bandara Soetta merupakan bandara Indonesia yang terkenal bukan hanya secara nasional, tetapi sudah dalam skala Internasional sehingga menjadi salah satu bandara yang di banggakan atau kebanggaan Indonesia.

Bandara Soetta didirikan pertama kali untuk menggantikan Bandara Kemayoran sebagai bandara internasional komersial pertama di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1985 Bandara Soetta resmi menjadi bandara utama di Indonesia menggantikan Bandara Kemayoran yang dinonaktidkan karena posisi yang terlalu dekat dengan basis militer di Bandara Halim Perdanakusuma pada tahun 1985.

Bandar udara Soekarno – Hatta dirancang oleh arsitektur terkemuka yang berasal dari Prancis yaitu Paul Andreu. Beberapa bandara terkenal lain juga dirancang oleh Paul diantaranya ialah bandar udara internasional Charles de Gaulle, Paris, Prancis. Soetta dirancang menggunakan konsep arsitektur lokal dengan adanya kebun tropis di antara ruang tunggu dan lounge.

Pembangunan bandara utama Indonesia yang terkenal megah menghabiskan biaya hingga 465 juta USD. Baya tersebut tidak termasuk anggaran pembangunan apron hingga 216 juta USD. Jika di jumlah secara keselurhan, maka pembangunan Soetta menghabiskan uang sebanyak 681 USD atau setara dengan Rp 660.570.000.00,-

Dahulu kala sebelummenjadi Bandara Soekarno – Hatta, bandara ini memiliki nama Jakarta International Cengkerang (JIA-C). Penggantian nama menjadi Soekarno – Hatta dipilih karena dua tokoh besar proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai penghargaan atas jasa-jasanya membebaskan Indonesia dari penjajahan.

Dikenal sebagai bandara yang sibuk di Indonesia karena banyaknya wisatawan baik dalam negeri maupun wisatawan asing yang masuk ke Indonesia melalui bandara Soekarno – Hatta ini. Fasilitas yang ada di dalamnya juga semakin ditingkatkan karena smekain banyak pula kegiatan penerbangan yang gencar dilakukan.

Bahkan banyak beberapa penerbangan domestik yang melakukan transit atau perpindahan di bandara Soekarno – Hatta untuk dapat melanjutkan penerbangan ke kota atau negara yang di tuju. Keberangkatan ke luar negeri maupun dari luar negeri sebagian besar dimulai dari bandara Soekarno – Hatta.

Saat ini, Soetta telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti APMS atau automated people moer system bisa juga disebut sebagai Skytrain. Skytrain adalah kereta dengan bentuk yang mirip Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan tetapi menggunakan sistem otomatis sehingga tidak membutuhkan pengemudi untuk mengendalikannya.

Fasilitas lain yang ada di Bandara Soekarno – Hatta selain skytrain ialah kereta bandara. Kereta ini digunakan untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pegunjung. KA Soetta melayani rute dari Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – terakhir Stasiun Soetta sepanjang 37,5 km dengan waktu tempuh 55 menit.

Stasiun KA Soetta dilengkapi pula dengan fasilitas yang ramah bagi para disabilitas seperti lift, guiding block, ramp, dan eskalator. Tapping gate, vending machine, mushola, commercial area, hingga toilet melengkapi bandara Soetta. Public hall dan waiting lounge juga tersedia di Stasiun Soetta untuk memberikan kenyaman bagi pengunjung.


Baca Juga :