KEADAAN PASCA PERJANJIAN RENVILLE

By | May 4, 2020

KEADAAN PASCA PERJANJIAN RENVILLE

KEADAAN PASCA PERJANJIAN RENVILLE

1. TNI MUNDUR KE JAWA TENGAH DAN YOGYAKARTA

Setelah Perjanjian Renville selesai dan ditanda tangani pada tanggal 17 Januari 1948, terdapat beberapa hal yang terjadi setelah perjanjian tersebut selesai dilakukan. Pertama Indonesia mulai menarik TNI di daerah demarkasi Belanda ke Jawa tengah dan juga Yogyakarta, terutama TNI yang tersebar di kawasan Jawa barat dan juga Jawa timur.

Penarikan TNI tersebut sesuai dengan Perjanjian Renville yang menyatakan TNI harus ditarik dari wilayah selain daerah Republik Indonesia. Seperti sudah diduga sebelumnya penarikan TNI dari daerah tersebut mengakibatkan konflik dan gejolak yang sangat besar di Indonesia.

Dengan adanya hal tersebut mulai banyak isu tentang keruntuhan NKRI dan mulai muncul beberapa paham seperti negara Republik Islam Indonesia. Karena gejolak yang semakin memuncak akhirnya keluarlah surat siasat 1 yang berisikan perintah Jenderal Sudirman agar TNI kembali ke daerahnya masing-masing dan bergerilya di daerah tersebut.

2. KABINET AMIR SYAFIRUDDIN LENGSER

Dampak buruk yang diterima oleh Indonesia selanjutnya adalah lengsernya kabinet Amir Syafiruddin, hal tersebut terjadi karena beliau dinilai tidak bagus dalam memerintah. Sehingga banyak juga yang mengatakan bahwa Amir Syafiruddin sama saja dengan menjual Indonesia kepada Belanda.

Dengan tekanan yang semakin memuncak akhirnya Kabinet Amir Syafiruddin lengser, lengsernya kabinet ini menjadikan sebuah kekosongan yang sangat vital bagi Indonesia. Banyak hal yang terjadi di luar kendali dan pemerintah semakin sulit mengendalikan pemerintahan di Indonesia.

3. EKONOMI MEMBURUK

Dengan ditariknya TNI dari wilayah penting Indonesia dan lengsernya Kabinet Amir Syafiruddin, membuat kekacauan ekonomi di Indonesia semakin meraja lela. Ditambah dengan Belanda yang memblokade jalur perdagangan luar negeri membuat Indonesia semakin terpuruk.

Bukan hanya sektor makanan saja namun Belanda Memblokade seluruh perdagangan yang ada, tak terkecuali dengan perdagangan senjata TNI. Adanya blokade ini membuat Indonesia menjadi kekurangan senjata dan kekuatan militer semakin melemah.

Siasat demi siasat dibuat oleh Belanda untuk menjatuhkan NKRI setelah Perjanjian Renville ini, Indonesia tentu saja tidak bisa diam saja menghadapi berbagai tekanan dari Belanda. Muncullah beragam surat siasat yang dibuat oleh Ir. Soekarno dan Jenderal Sudirman untuk mengatasi berbagai masalah yang menimpa Indonesia setelah Perjanjian Renville tersebut dibuat.


Sumber: https://www.r9racinggeneration.co.id/transport-tycoon-apk/