LANDASAN MUNCULNYA PERJANJIAN RENVILLE

By | May 4, 2020

LANDASAN MUNCULNYA PERJANJIAN RENVILLE

LANDASAN MUNCULNYA PERJANJIAN RENVILLE

Munculnya Perjanjian Renville bertepatan dengan berakhirnya Perjanjian Linggarjati pada tanggal 20 Juli 1947, sehingga pada tanggal 21 Belanda mulai menyerang Indonesia kembali dan biasa disebut dengan Agresi militer Belanda 1. Adanya serangan ini membuat Indonesia mengalami tekanan di beberapa wilayah, terutama wilayah di luar sistem pemerintahan yang terletak di Yogyakarta.

Selain itu terdapat landasan lain yang membuat Belanda menyerang Indonesia, hal itu adalah tidak sesuaikan kesepakatan atau Perjanjian Linggarjati yang telah dibuat dahulu. Disini Belanda ingin membuat Indonesia menjadi negara federasi, tentu saja keinginan Belanda ditolak keras oleh pihak Indonesia dan terjadi pertikaian di beberapa wilayah.

PIHAK YANG TERLIBAT

1. INDONESIA

Dalam Perjanjian Renville terdapat beberapa negara dan tokoh yang terlibat, pihak pertama datang dari Negara Indonesia yang diwakili oleh Amir Syarifuddin sebagai ketua dan Ali Sastroamijoyo sebagai wakil ketua. Bukan hanya itu saja masih terdapat beberapa petinggi lain dan juga puluhan penasihat yang ikut dalam Perjanjian Renville tersebut.

Banyaknya perwakilan dari Indonesia ini bukanlah tanpa alasan, namun diperuntukkan agar Indonesia tidak mengalami kerugian besar dalam perjanjian tersebut. Mengingat Belanda selalu memiliki siasat yang buruk dan terus berkeinginan besar dalam menguasai Indonesia.

2. BELANDA

Pihak selanjutnya yang terlibat tentu saja dari pihak Belanda, dimana Belanda memberikan perundingan ini kepada tokoh yang berasal dari Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut biasa disebut dengan pengkhianat Indonesia, hal itu disebabkan karena mereka merupakan tokoh yang berpihak dengan Belanda dan berupaya memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tokoh yang berkhianat dan ikut di perjanjian ini antara lain R. Abdul Kadir sebagai ketua, Mr. Hal Vredenburg sebagai wakil ketua, dan beberapa tokoh penting dari yang lahir di Indonesia namun memilih berpihak kepada Belanda.

Belanda menggunakan tokoh-tokoh asli dari Indonesia ini beralasan untuk membuat dunia tertipu, dimana Belanda ingin menunjukkan bahwa mereka telah memiliki pengaruh besar terhadap Indonesia dan tidak dapat dipisahkan lagi. Adanya penggunaan tokoh tersebut menjadi pukulan yang sangat besar terhadap Negara Indonesia dalam Perjanjian Renville.

3. PBB

Perjanjian Renville dibuat agar Indonesia dan Belanda bisa membuat kesepakatan, dimana kedua negara ini dipertemukan dan yang menjadi penengah dalam perjanjian tersebut datang dari pihak PBB. Tepatnya Frank Graham yang berbangsa Amerika serikat sebagai ketua, hal ini sangat masuk akal mengingat Amerika serikat diakui sebagau negara paling disegani di Eropa maupun Asia.

Selain itu terdapat tokoh delegasi Richard Kiry dari Australia dan Paul Van Zeeland dari Belgia. Disini Richard Kiry sebagai delegasi dari Indonesia sedangkan Paul sebagai delegasi dari Pihak Belanda.


Sumber: https://www.rajanego.co.id/heroes-of-destiny-apk/