Lingkup Peran Masyarakat

By | May 5, 2020

Lingkup Peran Masyarakat

Lingkup Peran Masyarakat

Lingkup Peran Masyarakat

Pada tahap awal pemberdayaan, tim fasilitator harus dapat menjelaskan dan menjadarkan masyarakat akan bahaya jebolnya bendungan. Memperkenalkan rentannya kondisi bendungan-bendungan lama peninggalan masa kolonial Belanda, di antaranya ada yang sudah berumur lebih dari 90 tahun, serta menjelaskan keterbatasan kemampuan instansi pengelola. Pegangan atau parameter utama yang menentukan dan mempengaruhi perilaku, watak dan keutuhan bendungan secara keseluruhan yang harus dipantau dan dicermati dengan saksama adalah (Pedoman Operasi, Pemeliharaan dan Pengamatan Bendungan, 2003):

  1. Rembesan dan bocoran mencakup sumber bocoran, laju bocoran, kualitas dan kuantitas
  2. bocoran;
  3. Penurunan (settlement) dan tinggi jagaan (freeboard), mencakup besar dan laju penurunan;
  4. Deformasi yang terjadi, internal maupun eksternal, mencakup lokasi dan laju dan besarannya;
  5. Tegangan air pori dan gaya angkat, mencakup variasi dan besaran;
  6. Tekanan internal, mencakup pola, besaran dan perubahannya.

Peranserta masyarakat dalam pengelolaan bendungan, khususnya dalam rangka pengamanan bendungan, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua kegiatan: pemantauan dan inspeksi. Untuk bendungan lama secara rinci kegiatan itu sebagai berikut: Pemantauan (monitoring), dengan instrumen (pengukuran):

  • Rembesan dan bocoran: dengan bangunan ukur V-Notch pada saluran drainase pada kaki bendungan sisi luar, diukur dua kali per bulan;
  • Penurunan: dengan instrumen patok geser dan EDM, diukur dua kali setahun saat waduk penuh;
  • Deformasi (eksternal): dengan instrumen patok geser, EDM, ekstensometer permukaan, diukur sekali dalam tiga bulan;
  • Untuk deformasi internal (regangan): dengan instrumen inklinometer, pengukur regangan,  ekstensometer, diukur sekali dalam tiga bulan;
  • Tegangan pori dan gaya angkat: dengan instrumen pizometer, diukur dua kali per bulan;
  • Tekanan internal: dengan instrumen sel-tekanan/stressmeter, diukur sekali dalam tiga bulan.

Inspeksi atau pengamatan visual, melihat adanya perubahan fisik tubuh bendungan secara kasat mata, dilakukan satu sampai dua kali per bulan. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, masyarakat diharapkan akan mampu menjalankan pemantauan/pengukuran diperlukan. Atau minimal dapat melaksanakan inspeksi visual akan tanda-tanda kelainan pada tubuh bendungan, seperti: penurunan/ambles mercu bendungan, retakan-retakan, lubang-lubang, kaki bendungan yang menggelembung atau longsor, bocoran-bocoran, dan sebagainya. Kecuali itu, tentu saja masyarakat juga dibekali larangan-larangan yang menjadikan lemahnya tubuh bendungan timbunan tanah, seperti: menanam pohon, membuat bangunan di atasnya, membuat jalan setapak melintas kaki bendungan, membongkar batu rip-rap, dan lain-lain. Pengamatan teknis kondisi darurat oleh masyarakat Secara sederhana masyarakat awam dapat diberdayakan mengenal tanda-tanda bahaya yang mengancam jebolnya bendungan tanah. Selanjutnya mereka segera melaporkan kepada petugas berwenang jika terjadi tanda-tanda tersebut. Berdasar laporan masyarakat maka petugas yang berwenang secepatnya mengambil tindakan. Berikut beberapa indikasi kondisi darurat bendungan tanah, yang secara visual tampak, dan perlu mendapat perhatian dan penanganan yang tepat dan cepat:

  1. Air meluap di atas mercu bendungan (overtopping);
  2. Mengalir bocoran (seepage) yang keruh;
  3. Kenaikan bocoran signifikan dalam selang waktu singkat;
  4. Retakan (cracking), longsor (sliding) dan pengelupasan (sloughing) pada lereng bendungan;
  5. Bocoran muncul dan terkonsentrasi dekat tubuh bendungan;
  6. Menyembul mata air di hilir bendungan atau dekat kaki bendungan;
  7. Timbulnya pusaran air (whirpool) dalam kolam waduk.

Dengan dukungan sistem pelaporan yang mudah dan cepat hasil pengamatan dan inspeksi masyarakat harus segera ditanggapi dan ditindaklanjuti oleh instansi pengelola. Perlu pula disiapkan dan disosialisasikan prosedur peringatan dini (early warning system) dan petunjuk perbaikan darurat (flood fighting) pada bendungan tanah, termasuk prosedur pelaksanaan evakuasi. Semua keterampilan teknis ini harus dapat dikuasai dengan baik oleh masyarakat melalui berbagai penyuluhan dan pelatihan yang terprogram. Tindakan darurat Beberapa tindakan darurat yang dapat diambil, di antaranya adalah:

Sumber : https://synthesisters.com/the-sprout-apk/