Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

By | June 27, 2020

 Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

 Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

          Makna leksikal (bahasa Inggris lexical meaning, semantic meaning, eksternal meaning) adalah makna unsur-unsur sebagai lambing benda, peristiwa, dan lain-lain. Makna leksikal ini dimiliki unsur-unsur bahasa secara tersendiri, lepas dari konteks. Misalnya, kata culture (bahasa inggris)  ‘budaya’, di dalaam kamus Shadily & Echols disebutkan sebagai nomina (kb) dan artinya: (1) kesopanab, kebudayaan; (2) perkembangbiakan (biologi);sedangkan di dalam Kamus Bahasa Indonesia I, budaya adalah nomina, dan maknanya; (1) pikiran, akal budi; (2)kebudayaan; (3)yang mengenai kebudayaan, yang sudah berkembang (beradab,maju). Semua makna, baik bentuk dasar maupun bentuk turunan yang ada dalam kamus disebut makna leksikal.

  1. Makna Idesional

          Makna idesional dijelaskan Djajasudarma (Chaer,1993), makna idesional (ideational meaning) adalah makna yang muncul sebagai akibat penggunaan kata yang muncul sebagai akibat penggunaan kata yang berkonsep atau ide yang terkandung di dalam satuan kata-kata, baik bentuk dasar maupun turunan. Kita mengerti ide yang terkandung di dalam kata demokrasi, yakni istilah politik (1) (bentuk atau system) pemerintahan, segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakil-wakilnya; pemerintahan rakyat; (2) gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga Negara.

 

  1. Makna Proposisi

          Makna proposisi ( proposional meaning) adalah makna yang muncul bila kita membatasi pengertian tentang sesuatu. Kata-kata dengan makna proposisi dapat kita lihat di bidang matematika, atau di bidang eksakta. Makna proposisi mengandung pula saran, hal, rencana, yang dapat dipahami melalui konteks.

Di bidang eksakta, terutama matematika kita kenal dengan apa yang disebut sudut siku-siku makna proposisinya adalah sembilan puluh derajat (900). Makna proposisi dapat diterapkan ke dalam sesuatu yang pasti, tidak mungkin dapat diubah lagi, misalnya, di dalam bahasa kita kenal proposisi:

  1. Satu tahun sama dengan dua belas bulan
  2. Matahari terbit di ufuk timur.
  3. Satu hari sama dengan dua belas jam.
  4. Makhluk hidup akan mati.
  5. Surge adalah tempat yang sangat baik.dsb.
  1. Makna Pusat

          Kridalaksana (Chaer, 1993: 133) memberikan arti makna pusat (central meaning) adalah makna kata yang umumnya dimengerti bilamana kata itu diberikan tanpa konteks. Makna pusat disebut juga makna tidak berciri.

Makna pusat (central meaning) adalah makna yang dimiliki setiap kata yang menjadi inti ujaran. Setiap ujaran, baik klausa, kalimat, maupun wacana, memiliki makna yang menjadi pusat (inti) pembicaraan. Makna pusat dapat hadir pada konteksnya atau tidak hadir pada konteks.

          Seseorang yang berdialog dapat berkomunikasi dengan komunikatiftentang inti suatu pembicaraan, serta pembicara dan kawan bicara akan memahami makna pusat atau dialog karna penalaran yang kuat. Sebagai contoh dapat kita lihat dapat kita lihatdalam ekspresi berikut:

  1. Meja itu bundar.
  2. Harga-harga semakin memuncak.
  3. Akhir-akhir ini sering terjadi banjir.

https://bengkelharga.com/heroes-wanted-apk/