Memperoleh hak milik dengan lewat waktu (Verjaring)

By | June 24, 2020

Memperoleh hak milik dengan lewat waktu (Verjaring)

Lewat waktu adalah salah satu cara untuk memperoleh hak milik atas suatu benda. Lewat waktu (verjaring) ini ada dua macam, yaitu:

  • Acquisitieve verjaring, yaitu lewat waktu sebagai alat untuk memperoleh hak-hak kebendaan (di antaranya hak milik).
  • Extinctieve verjaring, yaitu lewat waktu sebagai alat untuk dibebaskan dari suatu perutangan.

Untuk memperoleh hak milik dengan lewat waktu (acquisitieve verjaring) adalah:

  1. Harus ada bezit sebagai pemilik;
  2. Bezitnya itu harus te goeder trouw;
  3. Membezitnya itu harus terus-menerus dan tak terputus;
  4. Membezitnya harus tidak terganggu;
  5. Membezitnya harus diketahui oleh umum;
  6. Membezitnya harus selama waktu 20 tahun atau 30 tahun;
  7. 20 tahun dalam hal ada alas hak yang sah, 30 tahun dalam al tidak ada alas hak.

 Memperoleh hak milik dengan penyerahan (Levering)

   Menurut Hukum Perdata, yang dimaksud dengan penyerahan ialah penyerahan suatu benda oleh pemilik atau atas namanya – kepada orang lain, sehingga orang lain ini memperoleh hak milik atas benda itu. Sedangkan menurut Prof. Subekti, per kataan penyerahan mempunyai dua arti, yaitu:

  • Perbuatan yang berupa penyerahan kekuasaan belaka (feitelijke levering).
  • Perbuatan hukum yang bertujuan memindahkan hak milik kepada orang lain (juridische levering).
  1. Bezit ( Kedudukan Bersama)

Secara harfiah berarti Penguasaan. Maksudnya adalah ‘ barang siapa menguasai suatu barang, maka dia dianggap sebagai pemiliknya ’. Menurut Ps. 529 BWI, bezit adalah keadaan seseorang yang menguasai suatu benda, baik dengan diri sendiri maupun melalui perantaraan orang lain, dan yang mempertahankan atau menikmatinya selaku orang yang memiliki benda itu.

Contohnya, seseorang yang menerima warisan dianggap sebagai pemilik barang tersebut, demikian pula seseorang yang menang pada suatu lelang barang. Jadi terdapat alas hak yang sah.

  1. Hak Hak Lainnya
  2. Hak Memungut Hasil (VRUCHTGEBRUIK)

Hak memungut hasil adalah hak untuk memungut hasil dari benda orang lain, seolah-olah benda itu miliknya sendiri, dengan kewajiban bahwa dirinya harus menjaga benda tersebut tetap dalam keadaan seperti semula (Ps. 756 BWI).

  1. Hak Pakai dan Hak Mendiami

Di dalam Ps. 818 BWI, hak pakai sebetulnya sama dengan hak mendiami, namun apabila hak ini menyangkut rumah kediaman maka dinamakan hak mendiami.

  1. Erfdienstbaarheid

Erfdienstbaarheid adalah suatu beban yang diletakkan di atas suatu pekarangan untuk keperluan pekarangan lain yang berbatasan. Misalnya pemilik dari pekarangan A harus mengizinkan orang-orang yang tinggal di pekarangan B setiap waktu melalui pekarangan A atau air yang dibuang pekarangan B harus dialirkan melalui pekarangan A.

  1. Hak opstal, yaitu suatu hak untuk mendirikan dan menguasai bangunan atau tanaman di atas tanah milik orang lain (Ps. 711 BWI).
  2. Hak Erfpacht, yaitu suatu hak kebendaan untuk memungut hasil seluas-luasnya dalam jangka waktu yang lama atas bidang tanah milik orang lain dengan kewajiban membayar sejumlah uang atau penghasilan tiap-tiap tahun (Ps. 720 BWI).[6]

https://wisatalembang.co.id/stone-guest-apk/