Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia  Sekolah Dasar dalam Kurikulum

By | June 27, 2020

Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Indonesia  Sekolah Dasar dalam Kurikulum

Kurikulum Berbasis Kompetensi yang disingkat menjadi KBK, biasa disebut juga Kurikulum 2004.Kurikulum ini mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi ini, oleh pengembangnya (Pusat Kurikulum dan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasonal) disebut kurikulum “baru” karena berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 1994 (Karhami, 2002). Pada tahun 2006, Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) telah menyusun contoh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilengkapi dengan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).Prinsip-prinsip yang terdapat di dalamnya tidak jauh berbeda dengan Kurikulum 1994 dan 2004.Salah satu persamaannya adalah berbasis kompetensi.Sebenarnya prinsip-prinsip pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum-kurikulum tersebut merupakan ramuan dari beberapa prinsip.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, KBK secara de facto telah dilaksanakan sejak berlakunya Kurikulum1994 walaupun tidak secara utuh. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pada Kurikulum 1994 pun, tujuan akhir dari pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar peserta didik memiliki kompetensi komunikatif. Kompetensi komunikatif ini dalam KBK yang berlaku sekarang juga merupakan capaian akhirnya.Kompetensi ini meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Departemen Pendidikan Nasional, (2001: 12-13).

  1. Pengertian KBK

KBK adalah kurikulum yang didasarkan atas prinsip relevansi, terutama relevansi pendidikan dengan dunia kerja.Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang dapat menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat industri dan dunia kerja.Oleh karena itu, kurikulum ini berusaha “menerjemahkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh manusia untuk hidup di masyarakat dengan seperangkat kompetensi yang diajarkan di sekolah.Di samping itu, yang termasuk dalam kebutuhan itu juga dengan masalah sosial-budaya, moral, dan sebagainya (Ansyar, 2002; Hasan, 2002; Sukmadinata, 2004).

  1. Prinsip-prinsip KBK

Seperti yang diungkapkan dalam berbagai bahan sosialisasi (Departemen Pendidikan Nasional, 2001), antara Kurikulum 1994 terdapat persamaan dalam hal indikator hasil belajar, komponen, tujuan, prinsip pembel-ajaran, dan kegiatan pembelajaran. Indikator hasil belajar dalam kedua kurikulum itu sama yaitu aktivitas belajar yang tecermin pada empat keterampilan berbahasa. Tujuan pembelajaran mencakup tiga komponen, yaitu pemahaman, penggunaan, dan kebahasaan. Prinsip pembelajaran yang digunakan KBK sama dengan Kurikulum 1994, yaitu terpadu, berkesinambungan, dan berdasarkan konteks pengalaman peserta didik yang alamiah.

Rambu-rambu pada KBK dan Kurikulum 1994 juga terdapat persamaan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan oleh kedua kurikulum tersebut (Anda dapat membaca lebih lanjut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995).