Bantahan Ulama

By | July 13, 2020

 Bantahan Ulama

Abdullah bin Mas’ud berpendapat bahwa orang yang menghindari sunnah tidak termasuk orang beriman bahkan dia orang kafir. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw. Yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, sebagai berikut: “Jika kamu bersembahyang di rumah-rumah kamu dan kamu tinggalkan masjid-masjid kamu, berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu, dan berarti kamu kufur.” (H.R. Abu Dawud: 91). Allah swt telah menetapkan untuk menaati Rasul, dan tidak ada alasan dari siapa pun untuk menentang perintah yang diketahui bearsal dari Rasul. Allah telah membuat semua manusia (beriman) merasa butuh kepadanya dalam segala persoalan agama dan memberikan bukti bahwa sunnah menjelaskan setiap makna dari kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Allah dalam kitabnya. Sunnah Rasul mempunyai tugas yang amat besar, yakni untuk memberikan pemahaman tentang Kitabullah, baik dari segi ayat maupun hukumnya. Orang yang ingin mempedalam pemahaman al-Quran, ia harus mengetahui hal-hal yang ada dalam sunnah, baik dalam maknanya, penafsiran bentuknya, maupun dalam pelaksanaan hukum-hukumnya. Contoh yang paling baik dalam hal ini adalah masalah ibadah shalat. Tegasnya setiap bagian Sunnah Rasul saw.
Berfungsi menerangkan semua petunjuk maupun perintah yang difirmankan Allah di dalam al-Quran. Siapa saja yang bersedia menerima apa yang ditetapkan al-Quran dengan sendirinya harus pula menerima petunjuk-petunjuk Rasul dalam Sunnahnya. Allah sendiri telah memerintahkan untuk selalu taat dan setia kepada keputusan Rasul. Barang siapa tunduk kepada Rasul berarti tunduk kepada Allah, karena Allah jugalah yang menyuruh untuk tunduk kepadaNya. Menerima perintah Allah dan Rasul sama nilainya, keduanya berpangkal kepada sumber yang sama (yaitu Allah sawt). Dengan demikian, jelaslah bahwa menolak atau mengingkari sunnah sama saja dengan menolak ketentuan-ketentuan al-Quran, karena al-Quran sendiri yang memerintahkan untuk menerima dan mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Sebab Pengingkaran Terhadap Sunnah Nabi saw

Melihat dari beberapa permasalahan di atas yang berhubungan dengan adanya pengingkaran sunnah di kalangan umat Islam, dapatlah kiranya dilihat sebab adanya pengingkaran tersebut, diantaranya:

  1. Pemahaman yang tidak terlalu mendalam tentang hadits Nabi saw. Dan kedangkalan mereka dalam memahami Islam, juga ajarannya secara keseluruhan, demikian menurut Imam Syafi’i.
  2. Kepemilikan pengetahuan yang kurang tentang bahasa arab, sejarah Islam, sejarah periwayatan, pembinaan hadits, metodologi penelitian hadits, dan sebagainya.
  3. Keraguan yang berhubungan dengan metodologi kodifikasi hadits, seperti keraguan akan adanya perawi yang melakukan kesalahan atau muncul dari kalangan mereka para pemalsu dan pembohong.
  4. Keyakinan dan kepercayaan mereka yang mendalam kepada al-Quran sebagai kitab yang memuat segala perkara.
  5. Keinginan untuk memahami Islam secara langsung dari al-Quran berdasarkan kemampuan rasio semata dan merasa enggan melibatkan diri pada pengajian hadits, metodologi penelitian hadits yang memiliki karakteristik tersendiri. Sikap yang demikian ini, disebabkan oleh keinginan untuk berfikir bebas tanpa terikat oleh norma-norma tertentu, khususnya yang berkaitan dengan hadits Nabi saw.
  6. Adanya statemen al-Quran yang menyatakan bahwa al-Quran telah menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan ajaran Islam (QS. an-Nahl: 89), juga terdapatnya tenggang waktu yang relatif lama antara masa kodifikasi hadits dengan masa hidupnya Nabi saw (wafatnya beliau).

https://haciati.co/