Dalil-Dalil Inkar as-Sunnah

By | July 13, 2020

Dalil-Dalil Inkar as-Sunnah

Dalil-dalil atau alasan-alasan inkar sunnah dibagi menjadi dua macam, yaitu dalil al-Quran dan alasan akal. Yang berupa dalil al-Quran diantaranya:

  1. Al-Quran surat an-Nahl ayat 89. Artinya “Kami turunkan kepadamu al-Quran untuk menjelaskan sesuatu”.
  2. Al-Quran surat al-An’am ayat 38. Artinya “Tidak kami hafalkan sesuatupun di dalam al-Quran”.
  3. Al-Quran surat al-Maidah ayat 3. Artinya” Pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Ku ridloi Islam itu sebagai agamamu.
    Dari ketiga ayat diatas menunjukan bahwa al-Quran telah menunjukan semuanya (segala sesuatu). al-Quran tidak membutuhkan keterangan tambahan lagi karena penjelasannya tentang islam sebagai agama yang telah sempurna.
  4. Al-Quran surat an-Najm ayat 3-4, artinya ”Dan ia (Muhammad) tadi bertutur benurut hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain wahyu yang diwahyukan kepadanya”. Menurut mereka yang diwahyukan itu sudah tertuliskan dalam al-Quran.
  5. Al-Quran surat Ali Imran ayat 20, al-Maidah ayat 92, ar-Ra’d ayat 40, an-Nahl ayat 35 dan 82, an-Nur ayat 45, al-‘Ankabut ayat 18, asy-Syura ayat 48. Ayat-ayat diatas menjelaskan bahwa tugas Nabi Muhammad hanyalah menyampaikan pesan Allah dan tidak berhak memberikan penjelasan apapun.
  6. Al-Quran surat al-Fathir ayat 31. Artinya” Dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu yakni al-Quran itulah yang benar (haq)”
  7. Al-Quran surat Yunus ayat 36. Artinya” Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali ahli persangkaan belaka. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran”. Jadi hadits itu hanyalah persangkaan yang tidak layak untuk dijadikan hujjah.

Adapun dalil akal diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Al-Quran dalam bahasa arab yang jelas, maka orang yang faham bahasa arab maka faham terhadap Al-Quran.
  2. Perpecahan umat islam karena berpegang pada hadits yang berbeda-beda.
  3. Hadits hanyalah dongeng karena baru muncul pada zaman tabi’in dan tabi’it-tabi’in.
  4. Tidak satu haditspun dicatat di zaman Nabi. Dalam periode sebelumnya pencatatan hadits, manusia berpeluang berbohong.
  5. Kritik sanad baru muncul setelah satu setengah abad wafatnya Nabi.
  6. Konsep tentang seluruh sahabat adil, muncul setelah abad ketiga Hijriyah.
  7. Analisis terhadap argumen inkar as-sunnah dalil-dalil naqli dan argumen aqli inkar as-sunnah itu seluruhnya lemah. Hal ini dapat diperkuat dengan argumen-argumen tokoh ikar sunnah dari Malaysia, Kassim Ahmad mengatakan bahwa buku ini secara saintifik membuktikan ketulenan al-Quran sebagai perutusan Tuhan kepada manusia yang sepenuhnya terpelihara dan menarik perhatian pembaca kepada kesempurnaannya, kelengkapannya, dan keterperinciannya, menyebabkan manusia tidak memerlukan buku-buku lain sebagai sumber bimbingan. Lebih dari ini, Kassim Ahmad dengan yakin membuat kesimpulan tentang penolakan Rosyhad Khalifa terhadap sunnah, yakni bahwa hadits merupakan penyelewengan dari ajaran Nabi Muhammad dan tidak boleh diterima sebagai sumber perundang-undangan adalah benar.

https://movistarnext.com/