Dampak dari adanya kredit macet

By | July 7, 2020

Dampak dari adanya kredit macet

Akibat terjadinya kredit macet juga dapat dilihat dari kedua belah pihak yaitu pihak nasabah yang menunggak kredit dan bank yang memberikan kredit, karena keduanya sama-sama menanggung akibatnya. Akibat bagi pihak nasabah penerima kredit adalah nasabah harus menanggung beban kewajiban yang cukup berat terhadap bank, karena bunga tetap dihitung terus selama kredit belum dilunasi yaitu hutang pokok ditambah dengan bunga pinjaman, sehingga jumlah kewajiban nasabah semakin lama semakin bertambah besar.

Sedangkan akibat bagi pihak bank pemberi kredit adalah bahwa sudah jelas kredit macet merupakan masalah yang serius, karena dana bank merupakan dana yang dihimpun dari masyarakat dan kredit macet juga mempengaruhi likuiditas sehingga mempengaruhi kegiatan usaha bank tersebut. Bank yang terganggu kesehatannya tentunya akan mengalami kesulitan operasional melayani permintaan nasabah seperti; permohonan kredit, penarikan dan pencairan deposito, sehingga secara otomatis akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat.

Implikasi bagi pihak bank sebagai akibat adanya kredit bermasalah (apalagi jika sudah masuk kategori kredit macet) adalah sebagai berikut:

  • Hilangnya kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari kredit yang diberikannya, sehingga mengurangi perolehan laba dan berpengaruh buruk bagi rentabilitas bank
  • Rasio kualitas aktiva produktif (Bad Debt Ratio/ BDR) menjadi semakin besar, yang menggambarkan situasi yang semakin buruk
  • Bank harus memperbesar penyisihan untuk cadangan aktiva produktif yang diklasifikasikan berdasarkan ketentuan yang ada. Hal ini pada akhirnya akan mengurangi besarnya modal bank dan akan sangat berpengaruh terhadap CAR (Capital Adequacy Ratio)
  • Return on Assets (ROA) mengalami penurunan
  • Sebagai akibat komplikasi butir 2,3, dan 4 tersebut adalah menurunnya kesehatan bank.