Kredit macet dalam lembaga keuangan bank

By | July 7, 2020

Kredit macet dalam lembaga keuangan bank

  1. Penyebab terjadinya kredit macet

Adapun hal-hal yang mempengaruhi terjadinya kredit macet dapat berasal dari nasabah dan juga dapat berasal dari bank, karena pihak bank tidak terlepas dari kelemahan yang dimilikinya. Penyebab yang berasal dari nasabah antara lain:

  • Nasabah menyalahgunakan kredit yang diperolehnya, setiap kredit yang diperoleh harus digunakan sesuai dengan tujuan perjanjiankredit
  • Nasabah kurang mampu mengelola usahanya, hal ini terjadi bila nasabah kurang menguasai bidang usaha namun menerima kredit pinjaman karena mampu meyakinkan pihak bank
  • Nasabah beritikad tidak baik, dengan segala upaya untuk memperoleh kredit namun setelah diterima, kredit digunakan untuk kepentingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun penyebab yang berasal dari pihak bank antara lain:

  • Kualitas pejabat bank, pejabat bank manapun dituntut untuk dapat bekerja secara professional namun tidak semua pejabat bank mempunyai kualitas yang baik atau juga baru/ belum berpengalaman menangani masalah kredit
  • Persaingan antar bank, jumlah bank yang beroperasi terus meningkat
  • Pengawasan, setiap tindakan bank dalam menyalurkan fasilitas kredit harus selalu dibarengi dengan tindakan pengawasan. Pengawasan tersebut selain dilakukan oleh dalam bank itu sendiri, juga dilakukan oleh Bank Indonesia
  • Hubungan ke dalam (internal relationship), hubungan ini terutama terdapat pada bank-bank swasta dengan perusahan-perusahaan lain yang tergabung dalam kelompom usahanya, termasuk juga hubungan dengan para pemegang sahamnya.

Selain itu ada beberapa faktor lain yang menyebabkan terjadinya kredit macet baik karena faktor internal maupun faktor eksternal yang seringkali tidak dapat dipisahkan:

  • Keputusan pemberian kredit kurang memperhatikan visibilitas proyek atau kegiatan-kegiatan usaha yang akan didanai dari kredit tersebut, biasanya banyak faktor subyektif yang mempengaruhi proses pemberian kredit ini
  • Kurang memperhatikan berbagai aspek penilaian dan pengolahan datadata calon debitur terkait dengan aspek prosedur, administrasi legal, dan juga monitoring dan pengawasannya
  • Tidak jarang juga ada oknum yang mencari kesempatan untuk berusaha memanfaatkan peluang dengan mengabaikan aturan main yang berlaku, sehingga akhirnya banyak kelemahan dalam keputusan pemberian kredit yang meningkatkan resiko adanya kredit macet.

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/