Modal Historis Perjuangan Bangsa Bagi Generasi Muda

By | July 1, 2020

Modal Historis Perjuangan Bangsa Bagi Generasi MudaModal Historis Perjuangan Bangsa Bagi Generasi Muda

Dalam proses pembentukan identitas dan nasionalisme di Indonesia di awali dengan masa perjuangan bangsa melawan penjajah Belanda. Perjuangan tersebut dahulu dilakukan secara kedaerahan atau melakukan gerakan perlawanan secara lokal, seperti : Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Sultan Hasanudin, dan lain-lain. Perlawanan semacam ini dinilai banyak mengalami kegagalan dan bangsa Indonesia banyak mengalami merugikan.

Pada permulaan tahun 1900-an, mulailah muncul gerakan nasional yang diwujudkan dalam bentuk organisasi-organisasi politik. Organisasi ini juga dipelopori oleh para generasi muda yang telah mendapatkan pendidikan tinggi, antara lain pendidikan Kedokteran, sekolah dokter terkenal adalah STOVIA yang bertepat di Jakarta. Para pelajar di STOVIA sering bertukar pikiran dengan pelajar lain mengenai penderitaan rakyat oleh penjajahan Belanda.

Dengan pertukaran pikiran itu para pelajar Indonesia mulai muncul pemikiran, gagasan, dan cita-cita untuk melakukan perjuangan. Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Dr. Sutomo, bersama Dr. Wahidin Sudiro Husodo pada tanggal 20 Mei 1908 mendirikan Budi Utomo, organisasi modern pertama yang ada di Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah untuk memajukan pengajaran dan kebudayaan di Indonesia, dan hal ini mengawali kebangkitan nasional.

Pada Era Kebangkitan ini, masih belum ada Bangsa (Nation) Indonesia, yang ada baru idea, gagasan, cita-cita untuk membentuk suatu bangsa yang bersatu dalam suatu wilayah tertentu dengan cita-cita yang sama. ( Edi Purwinarto, 2008 : 44)

Gagasan itu barulah terwujud pada tahun 1928, dimana para organisasi pemuda dari suku dan daerah yang berbeda-beda, seperti Jong Java, Jong Celebes, Jong Borneo, Jong Ambon dan yang lainnya. Organisasi itu berkumpul dan melakukan kongres pertama yang bersifat Nasional dan menyerukan dan bersumpah bahwa hanya ada satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, satu bahasa yaitu bahsa Indonesia, dan satu tanah air yaitu Indonesia. Dalam kongres ini pula pertama kalinya dinyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, yang diciptakan oleh W.R Supratman.

Sumpah Pemuda

Mengenai kongres pemuda yang kemudian dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, Edi Purwinarto (2008 : 44-45) mengatakan sebagai berikut :

Meskipun Sumpah Pemuda telah menjadi pondasi awal terbentuknya suatu bangsa, namun secara de jure dan de facto, bangsa Indonesia dengan suatu Negara yang merdeka belum ada, masyarakat Indonesia masih merupakan rakyat yang terjajah dengan status Nederlands Onderdaan (kaula budak kerajaan Belanda), karena pihak penjajah tidak menginginkan adanya persatuan dan pembentukan suatu bangsa di wilayah jajahannya, mereka tetap memandang persatuan para pemuda sebagai kelompok-kelompok etnis, yang satu dengan lainnya diadu domba, dan dipisahkan menjadi kelompok-kelompok kecil, namun ikrar bersama para pemuda ini amat besar artinya bagi perjuangan rakyat Indonesia sebagai pembangkit semangat dan mendorong untuk secepatnya merealisasikan cita-cita merdeka yang dirintis sejak tahun 1908.

Dilanjutkan pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, yang mana juga terdapat peran generasi muda. Terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan muda saat itu. Golongan tua terdiri dari Bung Karno, Bung Hatta, dan golongan muda terdiri dari Syahrir, Sukarni dan lainnya. Pada akhirnya perbedaan pendapat itu memunculkan peristiwa penculikan Sukarno dan Hatta ke daerah Rengasdengklok. Maksud dari penculikan ini adalah, generasi muda menginginkan agar proklamasi segera terlaksana, dan agar terbebas dari pengaruh Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia, generasi muda juga memegang peranan penting dalam proses revolusi di Indonesia. Pada masa akhir orde lama kepemimpinan Sukarno, pergerakan mahasiswa dikenal dengan mahasiswa angkatan ‘66 dan bekerjasama dengan berbagai organisasi pergerakan lainnya berhasil menggulingkan rezim Sukarno, dengan tuntutan TRITURA (Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : turunkan harga, bubarkan PKI,dan rombakan kabinet.

Keberhasilan para generasi muda itu kembali ada pada akhir orde baru menuju Reformasi tepatnya pada tahun 1998 yang kemudian dijuluki dengan angkatan ’98 . Para generasi muda melakukan beberapa aksi yaitu penumpasan KKN sekaligus penggulingan presiden Suharto. Saat peristiwa ini juga terdapat kejadian dimana ada penembakan pada mahasiswa Universitas Trisakti saat melakukan demonstrasi.

Dengan rentetan peristiwa perjuangan bangsa serta peran penting generasi muda di dalamnya, semangat nasionalisme pula telah tercermin dalam generasi muda terdahulu. Semangat generasi muda terdahulu sangat erat dengan semangat nasionalisme.

Kaitan erat semangat generasi muda dengan smangat nasionalisme, seperti yang dituliskan I Basis Susilo ( 2008 : 84), dalam buku Pemuda dan Nasionalisme bahwa,      “ mengaitkan kebangsaan dengan kaum muda memang pada tempatnya, karena sejarah bangsa kita dan bangsa-bangsa lain telah menunjukan betapa erat hubungannya antara kaum muda dengan kebangsaan. Ukuran tinggi rendahnya kadar kebangsaan masyarakat umumnya ada pada diri kaum mudanya !”.


Sumber: https://gurupendidikan.org/