Peran Guru dalam Kegiatan Bermain Bersama Anak

By | July 6, 2020

 Peran Guru dalam Kegiatan Bermain Bersama Anak

Keterlibatan guru dalam kegiatan bermain yang dilakukan anak sangat diperlukan, dimana guru dapat berfungsi untuk member dukungan pada anak di kala anak merasa dirinya tidak mampu, cemas, dan malu, dan bersikap responsive terhadap perilaku serta keingintahuan anak.

  1.             Beberapa Hasil Penelitian mengenai Peran Guru yang Kurang Menunjang Kegiatan Bermain Anak

Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh File dan Kontos pada tahun 1993 di Amerika Serikat (Johnson, 1999), diperoleh hasil bahwa para guru lebih banyak member dukungan dalam aspek perkembangan kognitif dan kurang mengembangkan aspek sosial dari kegiatan bermain. Bila aspek social kurang diperhatikan, dampak negatif akan lebih dirasakan oleh anak yang kurang terampil dalam pertemanan. Anak-anak ini semakin tersisih dari teman-teman lainnya.

Grinder dan Johnson (Johnson,1999) melaporkan bahwa 27% dari waktu guru saat bermain bersama anak menunjukkan keterlibatan yang mengganggu kegiatan bermain anak (play-interfering). Perilaku guru yang secara kasat mata dapat mengganggu aktivitas bermain anak adalah mengambil alih permainan, memberikan instruksi, memberikan perintah atau mengajal anak bercakap-cakap saat dia sangat asyik dengan kegiatannya. Saat anak bermain konstruktif, sebaiknya tidak usah menginstuksikan anak untuk membuat suatu bentuk atau menyuruh anak meniru bentuk yang harus dibuat. Apabila guru  terlalu banyak ikut campur atau mau mempengaruhi anak maka akan mengganggu keberlangsungan kegiatan bermain anak.

Yang menjadi bagian penting dari peran guru dalam bermain bersama dengan anak adalah bagaimana guru melibatkan diri dan bukan pada seberapa sering guru melibatkan diri dalam kegiatan bermain bersama anak. Bila keterlibatan guru sesuai maka hal ini akan memperkaya pengalaman serta wawasan anak.

 

Sumber :

https://robinschone.com/keychord-apk/