Sejarah KASTI

By | July 14, 2020

Sejarah KASTI

1)      Sejarah

Dalam sejarahnya, permainan Kasti telah dimainkan di Inggris sejak zaman Tudor pada tahun 1744 di Pretty little Pocket-Book yang saat itu disebut ” lingkungan ” oleh John Newbery. Pada tahun 1828, William Clarke di London menerbitkan edisi kedua dari buku The Boy, yang meliputi aturan Kasti yang dicetak pertama di Inggris.

Tahun berikutnya, buku ini diterbitkan di Boston, Massachusetts yang pertama membuat aturan nasional yang diformalkan disusun oleh Athletic Association Gaelic (GAA) di Irlandia pada tahun 1884. Game ini masih diatur oleh GAA di Irlandia. Di Inggris diatur oleh Inggris, Rounders yang dibentuk pada tahun 1943.

2)      Permainan Kasti

Permainan kasti merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang sangat populer di Indonesia jauh sebelum zaman penjajahan Jepang. Bahkan pada zaman Belanda juga sudah dikenal masyarakat. Pada waktu itu permainan kasti sering dipertandingkan dalam kejuaraan antar sekolah, sehingga permainan ini sangat dikenal dan diajarkan di sekolah-sekolah dasar maupun menengah dan bahkan di masyarakat. Oleh karena itu, permainan kasti dikenal sebagai permainan tradisional. Pada acara nasional permainan ini pernah dipertandingkan, tetapi belakangan ini mulai kurang dikenal dan terpingirkan akibat muncul dan berkembangnya teknologi yang semakin menganaktirikan permainan tradisional.

Peraturan dalam Permainan Kasti

Lapangan Kasti Dua Tiang Hinggap

Lapangan kasti berbentuk persegi panjang dengan luas ± 60 x 30 m (tidak mutlak). 5 m dari panjang lapangan digunakan untuk ruangan penjaga belakang, pemukul, pelambung, dan tempat pemain pemukul. Lapangan dilengkapi dengan tiang penyelamat dengan jarak 5 m dari garis pemukul dan garis samping. Sedangkan tiang hinggap ada 2 buah, masing-masing 10 m dari tiang lainnya, 10 m dari garis belakang dan 5 m dari garis samping.

Semua garis batas dinyatakan dengan kapur, tali, bilah, atau dengan cara menggali tanah tidak lebih dari 3 cm. Pada keempat sudut lapangan dan pertengahan garis samping dipasangkan bendera. Tinggi tiang bendera sekurang-kurangnya 1,5 m dari tanah. Dalam pertandingan, di luar garis (batas) harus ada tanah kosong dengan lebar sekurang-kurangnya 5 m, sedang untuk di luar garis sebelah kiri 10 m. Penonton harus berada di luar tanah kosong tersebut.

Bendera disiapkan untuk setiap sudut lapangan dan tanda tengah lapangan. Untuk tiang hinggap juga terdiri dari tiang yang diberi bendera yang tidak mudah tercabut sewaktu pelari memegangnya.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/