Strategi Penerapan Bermain dalam Pembelajaran

By | July 6, 2020

Strategi Penerapan Bermain dalam Pembelajaran

Strategi Penerapan Bermain dalam Pembelajaran

Secara garis besar, ada tiga cara yang dapat ditempuh guru dalam mengimplementasikan bermain untuk kepentingan pembelajaran. Pertama, bermain diterapkan melalui cara melengkapi perlengkapan kelas, dengan bahan dan peralatan bermain. Kedua, bermain diimplementasikan dengan cara menggunakan permainan-permainan sebagai teknik pembelajaran. Ketiga, bermain diimplemenatasikan dengan cara menciptakan suasan kelas yang memungkinkan anak untuk melakukan aktivitas belajar dalam suasana bermain.

Pembelajaran berbasis bermain tentunya tidak sekedar berupa permainan-permainan secara teknis-prosedural, melainkan juga harus mengakomodasikan sifat-sifat kegiatan bermain secara kontekstual, yaitu dalam kondisi apa aktivitas-aktivitas pembelajaran tersebut direalisasikan. Dalam hal ini kita berupaya menciptakan suasana kelas yang bersifat playful. Ada beberapa ciri dari pembelajaran yang bersifat playful, yakni:

(1)   menyenangkan,

(2)   mengakomodasi kebutuhan dan minat belajar anak,

(3)   mengakomodasi hal-hal yang terjadi secara spontan dan kontekstual,

(4)   relative informal atau tidak terstruktur,

(5)   relative fleksibel, dan

(6)   menekankan proses di samping hasil.

Agar anak dapat bermain dengan efektif, mereka perlu merasa bebas dan nyaman untuk berbuat, mencoba, menjelajah, dan menciptakan sesuatu. Diperlukan adanya intervensi dari guru untuk menciptakan suatu lingkungan bermain yang dapat menyediakan pengalaman yang kaya bagi anak, tetapi tidak liar. Guru perlu berperan dalam menciptakan situasi dan lingkungan bermain yang efektif bagi anak.

Secara lebih operasional yang perlu guru tampilkan dalam memfasilitasi aktivitas bermain anak, adalah sebagai berikut :

                              1)            Menyediakan dan Mendesain Lingkungan dan Bahan-bahan Bermain

Memilih bahan-bahan untuk aktivitas bermain anak yang sejalan dengan tujuan pembelajaran merupakan hal yang perlu di lakukan oleh guru. Dua aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih bahan-bahan yang digunakan untuk kegiatan bermain anak adalah jenis bahan dan sifat dari bahan itu.

Penataan area bermain dapat juga berpengaruh terhadap perilaku anak. Area bermain yang ditata dengan baik bisa memfasilitasi anak untuk bermain secara lebih terarah. Sebaliknya, area bermain yang tidak beraturan bisa membuat anak bingung.

Sumber :

https://robinschone.com/insomnia-2-apk/