Syar’u Man Qablana (Pengertian, Kehujjahan dan Pandangan Para Ulama)

By | July 3, 2020

 Syar’u Man Qablana (Pengertian, Kehujjahan dan Pandangan Para Ulama)

\

2.1.1        Pengertian

Dalam memahami suatu hal harus diketahui telebih dahulu pengertian dari hal tersebut. Berikut beberapa pengertian tentang Syar’u Man Qablana:

  1. Syaru man qablana artinya syariat sebelum Islam.[1]
  2.  “Segala apa yang dinukilkan kepada kita dari hukum-hukum syara” yang telah disyaratkan Allah swt. bagi umat-umat dahulu melalui nabi-nabinya yang diutus kepada umat itu seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isya as.”[2]
  3. Syar’u man qablana atau syari’at sebelum kita maksudnya adalah “hukum-hukum yang telah disyari’atkan untuk umat sebelum kita (sebelum Islam) yang dibawa oleh Nabi dan Rasul terdahulu dan menjadi beban hukum untuk diikuti oleh umat dimasa itu”[3]

Para ulama sepakat mengatakan bahwa semua syariat yang diturunkan Allah sebelum Islam melalui para Rasul-Nya telah dibatalkan secara umum oleh syari’at Islam. Pembatalan itu secara menyeluruh dan rinci, karena masih banyak hukum-hukum syari’at sebelum Islam yang masih berlaku dalam syari’at Islam seperti ; beriman kepada Allah, hukuman bagi orang yang melakukan zina, hukuman qishash dan hukuman bagi orang yang melakukan tindak pidana pencurian.[4]

Dari pembahasan di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan syar’u man qablana adalah syariat yang dibawa oleh para rasul sebelum Muhammad yang menjadi petunjuk bagi kaumnya, seperti syariat Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa,dll.[5]

Contoh dari syar’u man qablana sendiri sebagaimana dalam surat al-Baqarah ayat 183:

يَاَاَيُّهَاالَّذِيْنَ أَمَنُوْاكُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامِ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَكُمْ تَتَّقُوْنَ

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah:183).

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/