Tingkatan Pemujaan Menurut Kelas-Kelas

By | July 10, 2020

Tingkatan Pemujaan Menurut Kelas-Kelas

Tidak semua leluhur mempunyai tingkatan yang sama sebab di antara mereka ada yang paling berkuasa. Dan yang sering terjadi adalah anggota kelompok atau anggota suku dalam tingkatan biasa hanya dipuja untuk sementara waktu saja. Bentuk sesembahan yang sangat merata di antara suku-suku primitif adalah terhadap roh para pribadi yang agung yang merupakan pusat kultus sesembahan terhadap leluhur. Senioritas dalam masyarakat dan para pendiri keluarga menempati kultus sesembahan dalam lingkungan terbatas pada generasi jalur keturunan.

Ø  Kultus Sesembahan Merupakan Tumpuan Harapan

Roh-roh para leluhur dapat dipanggil untuk membantu menghilangkan kesulitan masyarakat, terutama untuk menjamin kelestarian garis jalur keturunan karena biasanya ada keyakinan bahwa roh para leluhur mendambakan kelestarian garis yang memujanya.  Selain itu roh para leluhur juga diharapkan dapat menghindarkan bahaya serta dapat mendatangkan kebaikan, karena para roh tersebut dipercaya sangat menentukan nasib mereka.

Ø  Bentuk Kultus Sesembahan Bersifat Komunal

Pemujaan terhadap arwah leluhur seringkali melibatkan kepercayaan bahwa semua anggota suku adalah keturunan dari seseorang tokoh tertentu yang yang dipuja. Karena itu di sini tampak adanya pemujaan yang terikat dengan pertalian kekerabatan. Kesimpulannya orang yang meninggal disembah oleh suatu kelompok seperti keluarga dan klan karena roh ini merupakan anggota keluarga pada waktu hidupnya dulu.

Bentuk-bentuk kultus sesembahan seperti itu selain masih banyak di kalangan suku-suku primitif juga terdapat di sekitar kita saat ini yang banyak kita jumpai.

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/