Ampas Kelapa, Bahan Baku Alternatif Pembuatan Biodiesel

By | August 7, 2020

Ampas Kelapa, Bahan Baku Alternatif Pembuatan BiodieselAmpas Kelapa, Bahan Baku Alternatif Pembuatan Biodiesel

Hingga saat ini pengembangan kelapa kopyor Genjah Pati masih terfokus di Jawa Tengah, meningkat permintaannya, maka kemungkinan pengembangan tanaman kelapa kopyor di luar wilayah tumbuh tanaman ini akan semakin besar. Kelapa kopyor Genjah dapat cepat berbuah dan memiliki prosentasi buah kopyor yang tinggi. Di balik potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh kelapa kopyor Genjah Pati yang menjadi dasar untuk pengembangannya secara luas, ada beberapa sifat yang perlu mendapat perhatian pemulia untuk diperbaiki.

Hingga saat ini pengembangan kelapa kopyor Genjah Pati masih terfokus di Jawa Tengah, meningkat permintaannya, maka kemungkinan pengembangan tanaman kelapa kopyor di luar wilayah tumbuh tanaman ini akan semakin besar. Kelapa kopyor Genjah dapat cepat berbuah dan memiliki prosentasi buah kopyor yang tinggi. Di balik potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh kelapa kopyor Genjah Pati yang menjadi dasar untuk pengembangannya secara luas, ada beberapa sifat yang perlu mendapat perhatian pemulia untuk diperbaiki.

PENDAHULUAN

Kelapa kopyor merupakan salah satu jenis kelapa unik yang memiliki nilai ekonomi tinggi, karena harganya relatif mahal dan jumlah tanaman dan produksi buahnya masih sangat terbatas, termasuk daerah penyebarannya. Sampai saat ini produksi buah kopyor dari beberapa sentra kopyor seperti Lampung, Sumenep, Jawa Timur dan Pati, Jawa Tengah masih belum bisa memenuhi permintaan konsumen di Jakarta, Surabaya dan sekitarnya, ataupun kota-kota besar lainnya.

Pengembangan kelapa kopyor di tingkat petani pada umumnya menggunakan bibit alami. Di daerah sentra kopyor seperti Lampung, dan Sumenep, petani memperbanyak dari pohon-pohon penghasil buah kopyor tipe Dalam. Demikian juga perbanyakan melalui teknik kultur embrio oleh beberapa instansi yang sudah memanfatkan teknologi ini masih terbatas pada pengembangan kelapa kopyor tipe Dalam. Hasil eksplorasi Balitka Manado di kabupaten Pati, Jawa Tengah diperoleh adanya kelapa kopyor tipe Genjah yang memiliki beberapa keunggulan dibanding tipe Dalam yang telah dikenal saat ini. Selain cepat berbuah yaitu 3-4 tahun setelah tanam dibanding kelapa kopyor tipe Dalam yang nanti berbuah pada umur 5-7 tahun, kelapa kopyor Genjah mampu menghasilkan jumlah buah kopyor pertandan lebih banyak yaitu bisa mencapai 50%.

Keberadaan tanaman kelapa kopyor di Kab. Pati, Jawa Tengah sudah diketahui oleh masyarakat luas terutama di daerah Jawa. Tanaman ini tersebar di tujuh kecamatan yaitu Dukuhseti, Margoyoso, Tayu, Wedarijaksa, Trangkil, Gunung Wungkal dan Cluwak. Luas tanaman kelapa kopyor di Kabupaten Pati 378,09 Ha dan areal terluas di tiga kecamatan, yaitu Dukuhseti, Margoyoso dan Tayu, berturut-turut seluas 132,60 Ha, 131,55 Ha dan 69,50 Ha.>

Hingga saat ini pengembangan kelapa kopyor Genjah Pati masih difokuskan pada perluasan areal pertanaman di daerah Jawa Tengah, sedangkan di luar wilayah masih dalam jumlah yang terbatas. Dengan meningkatnya permintaan buah kelapa kopyor, maka kemungkinan pengembangan tanaman kelapa kopyor di luar wilayah tumbuh tanaman ini akan semakin besar. Dengan potensi kelapa kopyor Genjah yang diketahui cepat berbuah dan memiliki prosentasi buah kopyor yang tinggi, peluang pengembangan ke depan akan cenderung menggunakan jenis kelapa kopyor ini. Di kabupaten Pati telah diidentifikasi sebanyak 47.261 pohon kelapa kopyor yang dimiliki oleh 1.583 petani dengan produksi 296.279 butir. Jumlah tukang totok buah kopyor sebanyak 13 orang, dan pedagang pengumpul buah kopyor 8 orang serta penangkar bibit kopyor bibit kopyor sebanyak 30 orang.

Harga buah kopyor di tingkat petani berkisar antara Rp. 5000,- hingga Rp. 15.000,- bergantung ukuran buah, sedangkan harga bibit kopyor alami sekitar Rp. 5000,- – Rp. 7500,- tergantung kualitas pohon induk, yaitu S1 adalah Pohon Induk Kelapa (PIK) kopyor dengan prosentase buah kopyor < 30%, kemudian S2 dengan prosentase 30-40%, dan S3 atau bibit kopyor super dengan prosentase > 40%. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pati juga telah menyebarkan bibit kelapa kopyor melalui DIPA Dinas Hutbun, walaupun dengan jumlah yang terbatas.

Sumber: https://montir.co.id/