feminisme adalah

By | September 16, 2020

PENDEKATAN FEMINIS

Pendekatan Feminis

 

– Perempuan selama ini terpinggirkan dalam tradisi keagamaan:

Ø Tidak mendapat peran sebagai pemimpin keagamaan
Ø Mendapatkan peran-peran domestik
Ø Tugas-tugas keagamaan yang lebih rendah dari lelaki
Ø Hak-hak yang lebih kecil dari lelaki
Ø Kewajiban berkhidmat dan belajar pada lelaki
è Pendekatan feminis berarti melihat dalam agama keutuhan ajaran yang tidak membeda-bedakan derajat orang berdasarkan keadaan kodratinya, seperti pada kenyataan bahwa perempuan dipinggirkan karena keperempuanannya.
– Kepekaan kepada ketidakadilan dan bias:
Ø Gender: laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial
Ø Warna kulit: warna gelap sering dicurigai sebagai sumber keburukan
Ø Suku: Arab dan ‘Ajam, Quraisy dan bukan Quraisy
Ø Bahasa: bahasa Arab sebagai satu-satunya bahasa agama Islam, kefasihan sebagai tanda keunggulan dalam beragama.
Ø Kelompok dan kelas sosial: Kiai, pedagang, petani dst.
– Mengapa perlakuan atau pembagian wewenang dan hak-hak terjadi?
Ø kelemahan berpikir
Ø budaya
Ø kepentingan
Ø pilihan historis yang dimitologisasikan
– Seberapa besar pengaruh agama terhadap terjadinya ketidakadilan ini?
Ø teologi: karena hampir selalu dirumuskan oleh laki-laki, kebanyakan teologi tidak memperlakukan perempuan dengan baik
Ø ketakutan kepada bid’ah: tradisi patriarki yang ada pada saat ajaran dirumuskan, terus dipertahankan
Ø sakralisasi: apa yang berasal dari zaman Nabi dan praktek beliau dianggap suci
– Bagaimana agama dapat berperan memperbaiki keadaan?
Ø How to amend the broken pot? (Bagaimana menyatukan kembali teko yang pecah?). Bukan kembali ke masa sebelum semuanya terbentuk, tetapi bagaimana memperbaiki keadaan
Ø Mengubah dari dalam
Ø Mempertajam sensitivitas
– Gender sebagai kategori analisis utama:
Ø Sejauh mana terdapat persesuaian antara pandangan feminis dan pandangan keagamaan terhadap kedirian
Ø Bagaimana menjalin interaksi yang paling menguntungkan antara yang satu dan yang lain?[1]


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/